Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 379717Total Pengunjung:
  • 42Hari ini:
  • 96Kemarin:
  • 0Online:
Panel Login
Komentar Terkini

    Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

    Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa

    A. Pengantar

    Materi berkaitan tentang gangguan jiwa dan perawatannya  ini adalah tulisan yang keempat. Di mana kali ini penulis akan membagikan ilmu tentang  PROSES KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA. Materi ini sesungguhnya digunakan oleh perawat  pada pasien  yang mengalami gangguan jiwa, namun karena penulis adalah seorang kakak yang memiliki adik yang mendapat  sakit demikian, sehingga penulis sangat membutuhkan ilmu tersebut. Sebab, biar bagaimanapun  faktanya di lapangan penulislah yang lebih banyak merawat adik tersebut, sedangkan penulis tidak memiliki ilmu tersebut.  Berkat  modul pemberian seorang adik perawat yang sedang praktik dan penelitian di RSJ  tempat di mana adikku dirawat, sehingga  bertambah juga pengetahuan penulis tentang ilmu tersebut.  Sebab jujur saja selama 28 tahun keluarga kami  tidak punya ilmu tersebut, kami  selama ini merawat  hanya berbekal kasih sayang, hati nurani, pengalaman dan pengamatan sehari-hari. Semoga dengan paduan ilmu, kasih sayang, hati nurani dan pengalaman  ini  membantu penulis  untuk bisa merawat adik dengan lebih baik lagi sehingga  mengantarkan adikku untuk sehat kembali.  Jadi,  tulisan ini penulis peroleh dari hasil membaca  dan tulisan ini ada di dalam MODUL  LATIHAN  KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT  yang diterbitkan oleh  PUSAT PENDIDIKAN  DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN BADAN PPSDM KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MEI  2012.  Materi ini sengaja penulis salin dan penulis simpan  di website penulis agar tidak lupa dan tentunya juga agar dapat dibaca oleh pihak yang membutuhkannya. Nah  apa isinya? Silahkan baca tulisan di bawah ini.

     
    B. Uraian Materi

    1, Pengkajian

    Pengkajian awal dilakukan dengan menggunakan pengkajian 2 menit berdasarkan keluhan pasien. Setelah ditemukan tanda-tanda yang menonjol yang mendukung adanya gangguan jiwa, maka pengkajian dilanjutkan dengan menggunakan format kesehatan jiwa. Data yang dikumpulkan mencakup:keluhan utama, riwayat kesehatan jiwa, pengkajian psikososial dan pengkajian status mentak. Jika ditemukan riwayat kejang, pengkajian dilanjutkan dengan format pengkajian epilepsi. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara dengan pasien dan kekuarga, pengamatan langsung terhadap kondisi pasien serta melalui pemeriksaan.

     
    2. Diagnosis Keperawatan

    Diagnosis keperawatan dapat dirumuskan berdasarkan hasil pengkajian, baik diagnosis yang bersifat aktual (gangguan kesehatan jiwa) maupun risiko mengalami gangguan jiwa. Jika perawat menemukan anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa, maka perawat harus berhati-hati dalam penyampaiannya kepada pasien dan keluarga agar tidak menyebutnya gangguan jiwa karena hal tersebut merupakan stigma di masyarakat.

    Adapun diagnosis keperawatab gangguan jiwa mencakup:
    a. Diagnosis keperawatan jiwa pada anak/remaja
    1) Risiko perilaku kekerasan
    2) Risiko bunuh diri
    3) Ketidakberdayaan

    b. Diagnosis keperawatan jiwa pada usia dewasa
    1) Harga diri rendah kronis
    2) Isolasi Sosial
    3) Gangguan persepsi sensori: Halusinasi
    4) Gangguan proses pikir:waham
    5) Risiko perilaku kekerasan
    6) Risiko bunuh diri
    7) Defisit perawatan diri

    c, Diagnosis  keperawatan jiwa pada lansia
    1) Gangguan prises pikir: pikun
    2) Risiko cidera:  jatuh
    3) Ketidakberdayaan
    4) Risiko bunuh diri
    5) Gangguan pola tidur

    3. Perencanaan Perawatan

    Rencana tindakan keperawatan disesuaikan dengan standar asuhan keperawatab jiwa yang mencakup tindakan psikoterapeutik yaitu penggunaan berbagai teknik komunikasi terapeutik dalam membina hubungan dengan pasien; melatih aktivitas kehidupan sehari-hari meliputi perawatan diri (kebersihan diri, berdandan, makan dan minum, buang air besar dan buang air kecik); melatih sosialisasi; melatih pengendalian tanda dan gejala; melatih kepatuhan minum obat (berkolaborai dengan tim medis); terapi modalitas seperti terapi aktivitas kelompok, terapi lingkungan, dan terapi keluarga. Dalam menyusun rencana tindakan perlu mempertimbangkan memberi asuhan keperawatan untuk beberapa diagnosis pada satu kali pertemuan. Seluruh tindakan keperawatan dapat diselesaikan dalam beberapa kali pertemuan dan selanjutnya mengevaluasi tanda dan gejala yang masih ada dan memvalidasi kemampuan mengatasi diagnosis yang telah membudaya. Kemampuan yang diharapkan dicapai adalah kemampuan pasien dan keluarga. Rencana tindakab keperawatan ditujukan pada individu, keluarga, kelompok, dan komunitas.

    a. Pada tingkat individu difokuskan pada peningkatan keterampilan dalam ADL, kemampuan melakukan sosialisasi, keterampilan koping adaptif dalam mengatasi gejala serta kemamouah minum obat secara teratur

    b. Pada tingkat keluarga difokuskan pada pemberdayaan keluarga dalam mendeteksi masalah kesehatan jiwa, menetapkan pelayanan kesehatan yang digunakan, merawat dan mensosialisasikan pasien, menciptakan lingkungan yang kondusif, dan melakukan follow up secara teratur

    c. Pada tingkat kelompok difokuskan pada kegiatan kelompok saling mendukung dalam rangka sosialisasi dan adaptadi dengan lingkungan masyarakat

    d. Pada tingkat komunitas difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang jiwa dan gangguan jiwa, menggerakkan sumber-sumber yang ada di masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh pasien dan keluarga

     

    4. Tindakan Perawatan

    Tindakan keperawatan dilakukan berdasarkan rencana yang telah dibuat melalui pelayanan di Puskesmas dan kunjungan rumah. Standar asuhan keperawatan terdiri dati tindakan keperawatan untuk pasien dan keluarga. Perawat melakukan asuhan keperawatan di Puskesmas dan kunjungan rumah dengan langkah-langkah berikut:

    a, Bertemu dengan keluarga melakui kontrak, mengiedentifikasi masalah yang dialami pasien dan keluarga

    b. Bertemu dengan pasien, mengkaji dan mengajarkan keterampilan mengatasi masalah

    c. Bertemu kekuarga untuk mengajarkan keterampilan tentang cara merawat dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukan pasien

    Demikian seterusnya, tindakan keperawatan diberikan kepada pasien secara bertahap hingga mandiri, juga kepada keluarga dengan mengajarkan keluarga cara merawat dan mengevaluasi kegiatan pasien di rumah. Jika pasien sudah mandiri maka perawatan pasien dilimpahkan kepada keluarga untuk pemantauan perkembangan kondisi pasien. Tindakan keperawatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien. saat ini. Tujuannya adalah memberdayakan pasien dan keluarga agar  mampu mandiri memenuhi kebutuhannyw serta meningkatkan keterampilan koping dalam menyelesaikan masalah. Perawat bekerja dengan pasien dan keluarga untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka dan memfasilitasi pengobatan melalui kolaborasi dan rujukan. Perawat jugs memberdayakan kader kesehatan jiwa serta tim kesehatab lain dalam melakuksn kunjungan rumah.

     
    5. Evaluasi Asuhan Keperawatan

    Evaluasi dilakukan untuk menilai perkembangan kemampuan pasien dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan masalah. Kemampuan yang diharapkan adalah:

    a. Pasien diharapkan mampu
    1) Melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari

    2) Melakukan sosialisasi dengan orang di lingkungannya secara bertahap

    3) Melakukab cara-cara mengendalikan gejala yang dialami secara
    kontruktif

    4) Minum obat secara teratur

    b. Keluarga diharapkan mampu:
    1) Mengenal tanda dan gejala dini terjadinya gangguan jiwa

    2)Membuat keputusan yang tepat dalan penanganan pasien

    3) Melakukan perawatan pada anggita keluarga yang mengalami gangguan jiwa:
    a)!aMembantu pasien dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari
    b) Mensosialisasikan pasien dengan orang lain di lingkungannya
    c) Membantu pasien dalam mengendalikan gejala yang dialami secara kontruktif
    d)Membimbing pasien dalam minum obat

    4) Menyediakan lingkungan yang kondusif

    5) Mengidentifikasi perilaku pasien yang membutuhkan konsultasi segera

    6) Menggunakan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat seperti tetangga teman dekat, pelayanan kesehatan terdekat.

     
    C. Penutup

    Demikian beberapa ilmu tentang  Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa  yang penulis baca dari Modul  Pelatihan Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat, semoga tulisan ini memberi manfaat bagi yang membutuhkan.

     

    Referensi

    Kementerian Kesehatan RI. 2012. Modul Pelatihan Keperawatan Jiwa Masyarakar. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

    FacebookTwitterGoogle+Share

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    Tulisan Terkini
    Buku Pegangan Siswa
    Diktat Ekonomi SMA/MA

    Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

    Lihat Hasil Jajak Pendapat

    Loading ... Loading ...

    Laporan Karya Inovatif
    Berita Lainnya
    SONIAN ARTIS DAN GURU
    SONIAN ARTIS DAN GURU
    SONIAN ARTIS DAN GURU SONIAN ARTIS DAN GURU Artis Film shootin
    SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU
    SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU
    SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DA
    SONIAN GURU DAN DANA GAJAH PLUS SONIAN GURU DAN DANA GAJAH PL
    SONIAN OMBAK DAN AKU
    SONIAN OMBAK DAN AKU
    SONIAN OMBAK DAN AKU SONIAN OMBAK DAN AKU Debur ombak putih
    SONIAN PERAHU DAN AKU
    SONIAN PERAHU DAN AKU
    SONIAN PERAHU DAN AKU SONIAN PERAHU DAN AKU Kembara lautan Ta

    Temukan Kami di Facebook

    Pencarian

           

    .

    Galeri Foto
    Klik Slideshow di bawah untuk
    melihat Galeri Foto secara lengkap
    20150203_121026-1.jpg
    20150203_121051-1.jpg
    IMG_39759949695819.jpeg
    20131120_110407-1.jpg
    20131120_110424-1.jpg
    20131219_140230.jpg
    Cerita Bergambar
    Kalender
    Februari 2021
    S M T W T F S
    31 1 2 3 4 5 6
    7 8 9 10 11 12 13
    14 15 16 17 18 19 20
    21 22 23 24 25 26 27
    28 1 2 3 4 5 6
    Buku Tamu