Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 366152Total Pengunjung:
  • 8Hari ini:
  • 93Kemarin:
  • 0Online:
Panel Login

Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

Pelestarian  Nilai Sejarah, Sumberdaya Bidang Kesejarahan dan Pembelajaran di  Sekolah

A. Pengantar

“Belajar dari  sejarah itu penting. Namun,  Ironi kadang kala kita tak pernah belajar dari sejarah itu sendiri. Setiap peristiwa sejarah yang menghiasi perjalanan bangsa kita dibiarkan saja, tak hinggap dalam jiwa kita-hanya pengalaman romantis dan herois dimasa lalu saja, lebih sadis lagi termarjinalkan dalam sisi sejarah kehidupan kita” , demikian disampaikan oleh  Nara Sumber Ketiga  yang bertugas di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB ) Padang Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, yaitu Bapak UNDRI. SS, M.Si pada peserta Workshop Historiografi dan Sosialisasi Peninggalan Sejarah dan Budaya di Aula Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang, Sabtu 3 Oktober 2015.

Dokumentasi Foto,  Penyampaian Materi oleh Nara Sumber  Ketiga, Bapak Undri, S.Si, M.Si dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang  pada peserta Workshop Historiografi dan Sosialisasi Peninggalan Sejarah dan Budaya di Aula Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang, Sabtu 3 Oktober 2015.

Dokumentasi Foto, Penyampaian Materi oleh Nara Sumber Ketiga, Bapak Undri, S.Si, M.Si dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang pada peserta Workshop Historiografi dan Sosialisasi Peninggalan Sejarah dan Budaya di Aula Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang, Sabtu 3 Oktober 2015.


 

B. Isi Materi Workshop

Judul makalah yang disampaikan oleh  Bapak UNDRI. SS, M.Si  pada workshop ini adalah ” Pelestarian  Nilai Sejarah, Sumberdaya Bidang Kesejarahan dan Pembelajaran di  Sekolah” Adapun isi materi workshop ini dapat dilihat pada paparan di bawah ini.

1. Prolog

Mengapa pelestarian nilai sejarah penting dan apa gunanya ? “Belajarlah dari sejarah,  jangan sekali-kali melupakan sejarah, sejarah telah membuktikan, sejarahnya kelabu, sejarah berulang, sejarah yang membuat demikian. IRONINYA KADANG KALA KITA TAK PERNAH BELAJAH DARI SEJARAH .

Sejak dulunya orang memandang sejarah sebagai teladan kehidupan. Sejarah dapat memberikan nilai atau norma yang dapat dijadikan pedoman bagi kehidupan sehari-hari bahkan lebih dari itu, sejarah dapat dijadikan pelajaran. IRONI KADANG KALA KITA TAK PERNAH BELAJAR DARI SEJARAH ITU SENDIRI.

Setiap peristiwa sejarah yang menghiasi perjalanan bangsa kita dibiarkan saja, tak hinggap dalam jiwa kita-hanya pengalaman romantis dan herois dimasa lalu saja, lebih sadis lagi termarjinalkan dalam sisi sejarah kehidupan kita.

Mungkin ucapan sinis Voltaire, sang filsuf sinis yang konon secara intelektual ikut mematangkan suasana bagi meletusnya Revolusi Perancis, benar juga mengatakan, bahwa “satu-satunya pelajaran yang didapat dari sejarah ialah orang tak pernah belajar dari sejarah” itu sendiri (Abdullah, 2009). 

Salah-satu elemen terpenting dalam pelestarian nilai budaya ini yakni sumber daya dalam bidang kesejarahan. Begitu beragamnya sumberdaya bidang kesejarahan ini mulai dari guru sejarah, peneliti sejarah, pramuwisata yang bergerak dalam bidang sejarah yang menjadi “corong” untuk menjelaskan informasi objek sejarah, juru pelihara objek sejarah, dan sebagainya. Mereka memiliki posisi penting dalam pelestarian nilai-nilai sejarah itu sendiri. Dan salah satu media dalam mengoperasionalkan pelestarian nilai sejarah ini yakni melalui pembelajaran di sekolah.

 
2. Pelestarian Nilai Sejarah

Pelestarian merupakan proses serta upaya-upaya aktif dan sadar bertujuan dari sekelompok masyarakat untuk memelihara menjaga dan mempertahankan serta membina dan mengembangkan suatu hal ( benda-benda, aktivitas berpola serta ide-ide).

Melestarikan mencakup pengertian memelihara menjaga dan mempertahankan serta membina dan mengembangkan. Pelestarian merupakan proses serta upaya-upaya aktif dan sadar bertujuan dari sekelompok masyarakat untuk memelihara menjaga dan mempertahankan serta membina dan mengembangkan suatu hal ( benda-benda, aktivitas berpola serta ide-ide).  

 
Kenapa  Perlu Pelestarian Nilai-Nilai Sejarah ?

Perlunya pelestariah niliai-nilai sejarah tidak terlepas dari hakikat sejarah itu sendiri, sebagai kaidah masa lampau dari manusia. Sebagai peristiwa masa lampau, maka peristiwa sejarah itu memuat tentang peristiwa kehidupan manusia, baik kehidupan manusia yang baik dan buruk. Ketika kehidupan manusia tersebut baik maka sejarah akan menceritakan pada generasi berikutnya tentang semua kebaikan dari kehidupan seseorang (tokoh), masyarakat maupun suatu negara begitu juga sebaliknya.

Sesungguhnya sejarah akan mampu membuat suatu kehidupan atau seseorang menjadi baik, bahkan lebih baik lagi ke generasi berikutnya dan begitu juga sebaliknya. Sebab tak jarang dari peristiwa sejarah tersebut mengandung berbagai macam pelajaran, ajaran bahkkan pengalaman dari sisi kehidupan manusia itu sendiri. Cerita sejarah menggambarkan kepada “pengikutnya” yang membacanya dan akhirnya akan terikat arus oleh ransangan yang digambarkan oleh cerita sejarah serta berpengaruh terhadap segala kegiatan manusia.

 
Strategi Kedepan : Penguatan dalam Pembelajaran di Sekolah

a. Pertama, pendidikan formal.
Pendidikan sebenarnya adalah pewarisan nilai-nilai, baik nilai budaya, sejarah dan sebagainya. Di dalamnya berfungsilah sekolah, dalam hal sekolah sebagai preserver  dan transmitter dari culture hiratage sebagai instrumet for transforming culture. 

Dalam domain ini, adapun langkah yang diambil dalam pelestarian nilai-nilai sejarah dapat dilakukan terutama dalam materi bahan ajar (kurikulum) di sekolah-sekolah yang dalam persoalan ini peran sumber daya sejarah seperti guru berpetan sangat penting. Adapun ketentusn yang harus dilakukan yakni:

(1) materi yang dikembangkan dalam pembelajaran sejarah harus memiliki pendekatan multikultural.

Seorang guru memiliki kemampuan dalam mentransfer keilmuwan tentang multikultural. Muatan multikultural perlu diberikan kepada siswa sesuai prinsip pengembangan kurikulum. Prinsip pengembangan berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, serta kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

(2) implikasi pendekatan multikultural, materi sejarah harus mengembangkan materi sejarah lokal.

Eksplorasi materi sejarah lokal bisa bersumber dari peninggalan-peninggalan sejarah di daerah, penulisannya berdasarkan tema-tema tertentu. Selain itu, materi sejarah lokal yang ditampilkan bisa dilihat dari dinamika lokal yang terjadi dalam konteks sejarah nasional atau dinamika sejarah nasional yang berdampak terhadap sejarah lokal.

(3) pendekatan penyajian materi sejarah dilakukan secara kontekstual

Artinya, sajian materi sejarah dikaitkan dengan peristiwa atau fenomena yang terjadi saat ini. Dengan pendekatan materi seperti itu, diharapkan siswa mampu membamgun daya nalar dan tidak bersifat indokrinasi,

(4) , materi pembelajaran sejarah harus memiliki misi pembentukan karakter bangsa (nation building).

Hal ini dilakukan dengan tujuan materi sejarah mampu membangun jati diri bangsa. Nilai-nilai yang dikembangkan dari peristiwa sejarah harus bisa tertanam dalam diri sisea. Hal ini tidak terlepas di mana kurikulum sejarah dari waktu ke waktu cenderung lebih berpihak kepada penguasa (sebagai alat legitimasi kekuasaan) dan tidak memberikan ruang pada materi sejarah lokal. Padahal, banyak peristiwa lokal yang bernilai edukatig, inspiratif, dan rekreatif yang perlu diajarkan kepada anak didik.

Pembelajaran sejarah lokal yang diajarkan oleh seorang guru di daerah tertentu pada gilirannya mampu mengantarkan siswa untuk mencintai daerahnya. Kecintaan siswa pada daerahnya akan mewujudkan ketahanan daerah.

Sejarah lokal sangat berarti bagi anak didik. Dengan mempelajari sejarah lokal, anak didik akan memahami perjuangan nenek moyang dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Nilai-nilai kerja keras, pantang mundur, dan tidak kenal menyerah perlu diajarkan pada anak didik. Budaya instan yang diajarkan media massa, baik media cetak maupun elektronika, merupakan bencana yang mengancam setiap saat dan harus ditanggulangi

Penulisan buku sejarah lokal tentunya sangat mendesak dilakukan, terutama oleh sejarawan, peminat sejarah, dan sebagainya. Selanjutnya perlu diikuti oleh kegiatan edukasi yang lain agar generasi muda memperoleh peluang untuk tumbuh menjadi manusia seutuhnya yang amsnahm sehingga daerah menjadi tempat mengabdi yang menarik bagi generasi muda. Daerah akan menjadi makmur dan msmpu menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di negara ini.

b. Kedua, pendidikan informal
Sumberdaya yang ada seperti guru sejarah, peneliti sejarah, pramuwisata yang bergerak dalam bidang sejarah, juru pelihara cagar budaya dan sebagainya.

Mereka dituntut untuk melakukan pelestarian nilai-nilai sejarah itu sendiri. Kegiatan ini bertujuan membangkitkan kesadaran sejarah dan menyamakan persepsi di kalangan generasi muda dari berbagai keragaman budaya menjadi semangat persatuan untuk memperkokoh ketahanan NKRI, menghidupkan ingatan kolektif bangsa melakui penanaman nilai-nilai sejarah kepada generasi bangsa; membuka cakrawala yang luas kepada generasi bangsa tentang keragaman budaya bangsa Indonesia dan simpul-simpul yang merajut keberagaman; memperkenalkan obyek-obyek peninggalan sejarah dan budaya guna menumbuhkan sikap gemar melestarikan, melindungi, dan memelihara peninggalan sejarah dan tradisi; menemukan dan mempraktikkan formula baru bagi dunia pendidikan tentang metodologi pengajaran sejarah yang menarik dan tidak membosankan; mendorong perjalanan wisata sejarah lokal dan Nusantara.

Hal tersebut di atas dilatarbelakangi oleh kondisi di mana isu krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini. Pada umumnya permasalahan yang dipandang sangat serius bagi masa depan bangsa ialah ancaman meluasnya gejala disintegrasi bangsa, konflik antar etnik, narkoba, agama, kesenjangan ekonomi sosial, politik, dan budaya. Bila permasalahan ini terus menggelinding dan semakin tak terkendali, maka bisa jadi ancaman serius bagi kelanjutan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Untuk itu perlu perlu perhatian serius pemerintah, di mana pengenalan budaya lokal perlu dilakukan, karena dewasa ini budaya luar sudah menjamur dalam masyakat, sehingga budaya lokal hampir tertinggal, bahkan ditinggalkan.

3. Epilog

“Kedepan, sumberdaya dalam bidang kesejarahan sangat penting dalam pelestarian nilai-nilai sejarah, dan yang jauh lebih besar lagi adalah perlunya pembangunan dalam bidang kebudayaan, terutama pembangunan kebudayaan daerah. Sejalan dengan itu, perlu perhatian khusus dalam peningkatan sumberdaya bidang kesejarahan terutama di dunia pendidikan baik formal dan non formal sebagai agen utama dalam pelestarian nilai-nilai sejarah. Dengan kekuatan kebersamaan dari semua pihak, maka semua harapan di atas bisa terwujud”, demikian harapan yang disampaikan oleh nara sumber mengakhiri workshop tentang materi ” Pelestarian  Nilai Sejarah, Sumberdaya Bidang Kesejarahan dan Pembelajaran di  Sekolah”

FacebookTwitterGoogle+Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkini
Buku Pegangan Siswa
Diktat Ekonomi SMA/MA

Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

Lihat Hasil Jajak Pendapat

Loading ... Loading ...

Laporan Karya Inovatif
Berita Lainnya
SONIAN ARTIS DAN GURU
SONIAN ARTIS DAN GURU
SONIAN ARTIS DAN GURU SONIAN ARTIS DAN GURU Artis Film shootin
SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU
SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU
SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DA
SONIAN GURU DAN DANA GAJAH PLUS SONIAN GURU DAN DANA GAJAH PL
SONIAN OMBAK DAN AKU
SONIAN OMBAK DAN AKU
SONIAN OMBAK DAN AKU SONIAN OMBAK DAN AKU Debur ombak putih
SONIAN PERAHU DAN AKU
SONIAN PERAHU DAN AKU
SONIAN PERAHU DAN AKU SONIAN PERAHU DAN AKU Kembara lautan Ta

Temukan Kami di Facebook


       

.

Galeri Foto
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
20150203_121026-1.jpg
20150203_121051-1.jpg
IMG_39759949695819.jpeg
20131120_110407-1.jpg
20131120_110424-1.jpg
20131219_140230.jpg
Cerita Bergambar
Kalender
September 2020
S M T W T F S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3
Buku Tamu