Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 405620Total Pengunjung:
  • 68Hari ini:
  • 155Kemarin:
  • 0Online:
Buku Tamu
Panel Login

Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

Pelayanan Keperawatan  Kesehatan Jiwa Komprehensif

A. Pengantar

Kali ini penulis akan membagikan ilmu tentang  PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA KOMPREHENSIF, yaitu berisikan uraian bagaimana pelayanan Primer, Sekunder, dan Tersier serta mencegah stigma yang salah di masyarakat terhadap pasien yang mengalami gangguan jiwa. Di mana tulisan ini penulis peroleh dari hasil membaca  dan tulisan ini ada di dalam MODUL  LATIHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT  yang diterbitkan oleh  PUSAT PENDIDIKAN  DAN PELATIHAN  TENAGA KESEHATAN BADAN PPSDM KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MEI  2012.  Materi ini sengaja penulis salin dan penulis simpan  di website penulis agar tidak lupa dan tentunya juga agar dapat dibaca oleh pihak yang membutuhkannya. Nah apa isinya? Silahkan baca tulisan di bawah ini.

 

B. Uraian Materi

Pelayanan  keperawatan komprehensif diberikan pada masyarakat pasca bencana dengan kondisi masyarakat yang sangat beragam dalam rentang sehat-sakit yang memerlukan pelayanan keperawatan pada tingkat pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pelayanan keperawatan kesehatan jiwa yang komprehensif mencakup 3 tingkat pencegahan, yaitu:

1. Pencegahan Primer

Fokus pelayanan keperawatan jiwa pada peningkatan kesehatan dan pencegahan terjadinya gangguann jiwa

Tujuan pelayanan adalah mencegah terjadinya gangguan jiwa, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan jiwa.

Target pelayanan yaitu anggota masyarakat yang sehat jiwa dan belum mengalami gangguan jiwa sesuai dengan kelompok umur yaitu anak-anak, remajam dewasa, dan usia lanjut

Aktivitas pada pencegahan primer adalah:

a. Program pendidikan kesehatan, program stimulasi perkembangan, program sosialisai, manajemen stress, persiapan orang tua.

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah:
1) Pendidikan kesehatan orang tua
a) Pendidikan menjadi orang tua
b) Perkembangan anak sesuai usia
c) Memantau dan menstimulasi perkembangan
d) Mensosialisasikan anak dengan lingkungan

2) Cara mengatasi stress
a) Stress pekerjaan
b) Stress perkawinan
c) Stress sekolah
d) Stress pasca bencana

 
b. Program dukungan sosial diberikan pada anak yatim, kehilangan pasangan, kehilangan pekerjaan, kehilangan rumah/tempat tinggal, yang semua ini memungkinkan terjadi akibat bencana

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah:

1) Memberikan informasi cara mengatasi kehilangan

2) Menggerakkan dukungab masyarakat seperti menjadi orang tua asuh bagi anak yatim piatu

3) Melatih keterampilan sesuai keahlian masing-masing untuk mendapatkan pekerjaan

4) Mendapatkan dukungan pemerintah dan LSM untuk memperoleh tempat tinggal

 
c. Program pencegahan penyalahgunaan  obat

Penyalahgunaan obat sering digunakan sebagai koping untuk mengatasi masalah

Kegiatan yang dapat dilakukan:

1) Pendidikan kesehatan melatih koping pisitif  untuk mengatasi stres

2) Latihan asertif yaitu mengungkapkan keinginan dan perasaan tanpa menyakiti orang lain

3) Latihan afirmasi dengan menggunskan aspek-aspek positif yang ada pada diri sezeorang

 
d. Program Pencegahan Bunuh Diri

Bunuh diri merupakan salah satu cara penyelesaian masalah oleh individu yang mengalami keputusasaan. Oleh karena itu perlu dilakukan program:

1) Memberikan informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanda-tanda bunuh diri

2) Menyediakan lingkungan yang aman untuk mencegah bunuh diri

3) Melatih ketetamoilan koping yang adaptif

2. Pencegahan Sekunder

Fokus pelayanan keperawatan jiwa pada tingkat pencegahan sekunder adalah deteksi dini masalah psikososial dan gangguan jiwa serta penanganan dengan segera

Tujuan Pelayanan adalah mencegah dan menurunkan kejadian gangguan jiwa

Target pelayanan yaitu anggota masyarakat yang beresiko/gangguan jiwa (telah memiliki faktor risiko) dan memperlihatkan tanda-tanda masalah psikososial dan gangguan jiwa.

Aktivitas pada pencegahan sekunder adalah:

a. Menemukan kasus sedini mungkin dengan cara memperoleh informadi dari berbagai sumber seperti masyarakat, tim kesehatan lain, penemuan langsung

b. Melakukan  penjaringan kasus dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Melakukan pengkajian dua menit untuk memperoleh data fokus pada semua pasien yang berobat (pasien dengan keluhan fisik) di Puskesmas

2) Jika ditemukan tanda-tanda berkaitan dengan kecemasan, depresi maka lanjutkan pengkajian dengan menggunakan pengkajisn keperawaran kesehatan jiwa.

3)Mengumumkan kepada masyarakat tentang gejala dini  gangguan jiwa (d tempat-tempat umum)

4) Memberikan perawatan dan pengobatan cepat terhadap kasus baru yang ditemukan sesuai standat pendelegasian  program pengobatab (bekerjasama dengan dokter) serta meminitor efek samping obat, gejala dan kepatuhan pasien minum obat

5) Bekerjasama dengan perawat komunitas dalam pemberian perawatan dan pengobatan lain yang dibutuhkan pasien untuk mengatasi gangguan fisik yang dialami (jika ada gangguan fisik yang memerlukan pengobatan bekerjasama dengan dokter)

6) Melibatkan keluarga dalam pemberian perawatan dan pengobatan, mengajarkan keluarga agar melaporkan segera kepada perawat jika ditemukan adanya tanda-tanda yang tidak biasa, dan melakukan rujukan jika mengancan keselamatan jiwa.

7) Penanganan kasus bunuh diri dengan menempatkan pasien di tempat aman, melakukan pengawasan ketatm menguatkan koping, dan melakukan rujukan jika mengancam keselamatan jiwa

8) Menempatkan pasien di tempat yang aman sebelum dirujuk  dengan menciptakan lingkungan yang tenang, dan stimulus yang munimal

9) Melakukan terapi modalitas yaitu berbagai terapi keperawatan jiwa untuk membantu pemulihan pasien seperti terapi aktivitas kelompok, terapi keluarga, terapi lingkungan

10) Memfasilitasi self-help group (kelompok swabantu pasien, keluarga atau kelompok masyarakat pemerhati) berupa kegiatan kelompok yang membahas masalah-masalah yang terkait dengan kesehatan jiwa dan caraxpenyelesaiaannya

11) Hotline service untuk intervensi krisis yaitu pelayanan dalam 24 jam melalui tekepon berupa pelayanan konseling

12) Melakukan tindak lanjut (foloow up) dan rujukan kasus

 
3. Pencegahan Tersier

Fokus pelayanab keperawatab jiwa pada peningkatan fungsi dan sosialisasi serta pencegahan kekambuhan pada pasien gsngguan jiwa

Tujuan Pelayanan adalah mengurangi kecacatan/ketidakmampuan akibat gangguan jiwa dan pemulihan optimal

Target Pelayanan yaitu anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa pada tahap pemulihan.

Aktivitas pada pencegahan tersier adalah:

a. Program dukungan sosial dengan menggerakkan sumber-sumber di masyarakat (tetangga, teman dekat, tokoh masyarakat), pelayanan terdekat yang terjangkau masyarakat

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah:

1) Pendidikan kesehatan tentang perillaku dan sikap masyarakat terhadap penerimaan pasien gangguan  jiwa

2) Pentingnya pemanfaatan pelayanan kesehatan dan penanganan pasien yang mengalami kekambuhan

 

b. Progran rehabilitasi dengan memberdayakan pasien dan keluarga hingga mandiri dan produktif. Fokus pada kekuatan dan kemampuan pasien dan keluarga denfan cara:

1) Meningkatkan kemampuan koping yaitu belajar mengungkapkan dan menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat

2) Mengembangkan sistem pendukung dengan memberdayakan keluarga dan masyarakat

3) Menyediakan pelatihan kemampuan dan potensi yang perlu dikembangkan

4) Menyediakan lapangan kerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

5) Membantu pasien dan kekuarga merencanakan masa depan pasien

c. Program Sosialisasi

1) Membuat tempat pertemuan untuk sosialisasi

2) Mengembangkan keterampilan hidup: kegiatan sehari-hari (ADL), mengelola rumah tangga, mengembangkan hobi

3) Program rekreasi seperti nonton bersama, jalan santai, pergi ke tempat rekreasi

4) Kegiatan sosial dan keagamaan, contoh:; arisan bersama, pengajian, majelis taklim, kegiatan adar

 
d, Program Mencegah  Stigma

Stigma merupakan anggapan yang keliru dari masyarakat terhadap gangguan jiwa. Oleh karena itu, perlu diberikan program mencegah stigma untuk menghindari isolasi dan deskriminadi terhadap gangguan jiwa.

Beberapa kegiatan yang dapay dilakukan:

1) Melakukan pendidikan kesehatan kepafa masyarakat tentang kesehatan jiwa dan gangguan jiwa, serta sikap dan tindakan menghargai pasien gangguan jiwa

2) Pendekatan kepada tokoh masyarakat atau orang berpengaruh dalam rangka mensosialisasikan kesehatan jiwa dan gangguan jiwa

 
C. Penutup

Demikian beberapa ilmu tentang  Pelayanan Keperawatan Kesehatan Jiwa Komprehensif  yang penulis baca dari Modul  Pelatihan Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat, semoga tulisan ini memberi manfaat bagi yang membutuhkan.

Referensi

Kementerian Kesehatan RI. 2012. Modul Pelatihan Keperawatan Jiwa Masyarakar. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

FacebookTwitterGoogle+Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tulisan Terkini
Buku Pegangan Siswa
Diktat Ekonomi SMA/MA

Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

Lihat Hasil Jajak Pendapat

Loading ... Loading ...

Laporan Karya Inovatif
Berita Lainnya
LITERASI "MENGENAL RUMAH ADAT NAGARI BALIMBING (9): RUMAH BENDANG DT.
Rumah Adat Dt.Guguak Simabua Balimbing
Rumah Adat Dt.Guguak Simabua Balimbing
Rumah Adat Dt.Guguak Simabua Balimbing Rumah Adat Suku Simabua Gug
Rumah Adat Dt.Bagindo Basa Kinawai Nagari Balimbing
Rumah Adat Dt.Bagindo Basa Kinawai Nagari Balimbing
Rumah Adat Dt.Bagindo Basa Kinawai Nagari Balimbing Ini satu lagi
Rumah Adat Dt.Rajo Mangkuto Balimbing
Rumah Adat Dt.Rajo Mangkuto Balimbing
Rumah Adat Dt.Rajo Mangkuto Balimbing Rumah adat adalah bangunan y
Rumah Adat Dt.Cumano Kinawai Nagari Balimbing
Rumah Adat Dt.Cumano Kinawai Nagari Balimbing
Rumah Adat Dt.Cumano Kinawai Nagari Balimbing Sudah pernahkan Anda

Temukan Kami di Facebook

Pencarian

       

.

Galeri Foto
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
20150203_121026-1.jpg
20150203_121051-1.jpg
IMG_39759949695819.jpeg
20131120_110407-1.jpg
20131120_110424-1.jpg
20131219_140230.jpg
Cerita Bergambar
Kalender
September 2021
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
Channel Youtube
Jntuk.net kumpulan situs judi slot online terpercaya 2020 & 2021 ABLBET merupakan situs judi game slot terbaik uang asli slot 888 bet atau daftar agen slot terbaru dan terbesar bahkan sudah menjadi dewa slot 88 link alternatif resmi & telah mendapatkan izin royal slot 888 dari PAGCOR dan Cagayan Leisure. judi slot situs slot game slot ligatempo link slot