Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 379727Total Pengunjung:
  • 52Hari ini:
  • 96Kemarin:
  • 0Online:
Panel Login
Komentar Terkini

    Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

    Catatan  Persiapan UKG 28  Materi dan Soal: Pembelajaran Kooperatif  Concept Attainment  Pembelajaran Kurikulum 2013

    A. Materi

    Sebelum membahas tentang Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment  ini, maka secara terpisah terlebih dahulu akan dibahas apa itu Pembelajaran  Kooperatif,  dan apa pula pembelajaran Concept Attainment, kemudian  Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment, serta terakhir Perlunya  Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment pada Kurikulum 2013.

    1. Cooperative  Learning (Pembelajaran Cooperatif)

    a. Pengertian  Cooperative  Learning (Pembelajaran Cooperatif)

    Huda (2013:29-32) menjelaskan pengertian pembelajaran cooperatif dari beberapa ahli sebagai berikut:

    1)  Roger dkk (1992) menyatak bahwa pembelajaran kooperatif merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial di antara kelompok-kelompok pembelajar  yang didalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota lainnya.

    2) Parker (1994) mendefenisikan kelompok-kelompok kecil kooperatif sebagai suasana pembelajaran di mana para siswa saling berinteraksi dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengerjakan tugas akademik demi mencapai tujuan bersama

    3) Artz dan Newman (1990) mendefenisiksn pembelajaran kooperatif  sebagai kelompok kecil pembelajar/siswa yang bekerja sama dalam satu tim untuk mengatasi suatu masalah, menyelesaikan sebuah tugas, atau mencapai satu tujuan bersama

     

    b. Unsur Penting Pembelajaran Kooperatif

    Nurulhayati (2002:25-28) dalam Rusman (2011:204) mengemukakan lima unsur dasar model cooperative learning, yaitu….
    1) Ketergantungam positif
    2) Pertanggungjawaban individual
    3) Kemampuan bersosialisasi
    4) Tatap Muka
    5) Evaluasi Proses Kelompok

    Roger dan David Jonson  dalam Suprijono (2013:58) bahwa tidak semua belajar kelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur harus diterapkan dalam model pembelajaran kooperatif adalah….
    1) Positive interdependence (Saling ketergantungan positif)
    2) Personal responsibility (Tanggung jawab perorangan)
    3) Face to face promotive interaction (interaksi promotif)
    4) Interpersonal skill (komunikasi antaranggota)
    5) Group processing (Pemrosesan kelompok)

    c. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif

    Menurut Rusman (2011:207) bahwa karakteristik atau ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah:
    1) Pembelajaran secara tim
    2) Didasarkan pada manajemen kooperatif
    3) Kemauan bekerjasama
    4) Keterampilan bersama

    d. Sintak Model Pembelajaran Kooperatif

    Menurut  Suprijono (2013:65) bahwa Sintak model pembelajaran kooperatif terdiri dari 6 fase, yaitu
    1) Fase 1: Present goals and set (Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik)

    2) Fase 2: Present informasi (Menyajikan informasi)

    3) Fase 3: Organize student into learning teams (Mengorganisir peserta didik ke dalam tim-tim belajar)

    4) Fase 4: Assist team work and study (Membantu kerja tim dan belajar)

    5)  Fase 5: Test on the materials (Mengevaluasi)

    6) Fase 6: Provide recognition (Memberikan pengakuan atau penghargaan)

     

    2. Pembelajaran Concept Attainment  (Pembelajaran Perolehan Konsep)

    a. Pengertian

    Menurut Nurani dkk (2003:2.4) bahwa pendekatan pembelajaran perolehan konsep adalah  suatu pendekatan pembelajaran yang dapat diterspkan untuk memahami suatu konsep.

    b. Tujuan Pembelajaran Concept Attainment

    Menurut Eggen dan Kauchak (2012:363) bahwa model Pembelajaran Perolehan Konsep dirancang untuk membantu siswa mencapai dua jenis tujuan balajar:
    (1) Membangun dan mengembangkan pemahaman mereka terhadap konsep
    (2) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis

     
    c. Merencanakan Pembelajaran Concept Attainment

    Menurut Eggen dan Kauchak (2012:220)  bahwa proses perencanaan bagi pelajaran yang menggunakan Pembelajaran Perolehan Konsep melibatkan langkah esensial, yaitu:
    (1) Mengidentifikasi topik
    (2) Menentukan tujuan belajar
    (3) Memilih contoh dan non contoh
    (4) Mengurutkan contoh dan non contoh

     

    d. Prosedur  Pembelajaran Concept Attainment

    Menurut Nurani dkk (2003:2.4)  bahwa pada  ada 3 tahapan dalam Pembelajaran Perolehan Konsep

    (1) Penyajian data dan identifikasi konsep

    Pada tahap ini guru menyajikan data. Setiap data tersebut merupakan contoh dan non contoh yang terpisah. Data tersebut berupa peristiwa, orang, objek, cerita dan lain-lain. Siswa diberitahu bahwa dalsm daftar data yang disajikan tersebut terdapat data yang memiliki kesamaan. Mereka diminta mana yang sama dan mana yang tidak sama dengan mengungkaokan YA atau TIDAK. Terakhir mereka diminta untuk memberi nams konsep tersebut dan menjelaskan defenisi konsep berdasarkan ciri-cirinya.

     
    (2) Pengujian konsep

    Untuk tahap ini dapat dilakukam dengan cara mengidentifikasi contoh tambahan lain yang mengacu pada konsep tersebut. Atau bisa juga memunculkan contoh mereka sendiri. Setelah itu, guru menginformasi kebenarah dari dugaqn siswanya terhadap konsep tersebut, dan meminta mereka untuk merevisi konsep yang masih kurang tepat

     
    (3) Analisis strategi berpikir

    Pada tahapan ini, mengajak siswa untuk menganalisis/mendiskusikan strategi sampai mereka memperoleh konsep tersebut.

    Menurut Eggen dan Kauchak (2012:225) bahwa  fase-fase di dalam menerpakan pelajaran dengan  model Pembelajaran Perolehan Konsep ada 4 (empat):

    (1)  Fase 1: Perkenalan

    Guru memperkenalkan pelajaran dan menjelaskan bagaimana kegiatan akan dilakukan

     
    (2) Fase 2: Contoh dan Merumuskan Hipotesis

    Siswa diberikan satu contoh (atau mungkin dua contoh) dan non contoh, dan mereka menghipotesiskan kemungkinan sebutan bagi konsep berdasarkan contoh (-contoh) dan non contoh awal.

     
    (3) Fase 3:  Siklus Analisis

    Contoh dan noncontoh tambahan diberikan. Siswa menyingkirkan hipotesis-hipotesis yang ada dan menambahkan hipotesis-hipotesis baru berdasarkan contoh (noncontoh) baru

     
    (4) Fase 4:  Penutup dan Penerapan

    Satu hipotesis tunggal  dipisahkan dan didefenisikan. Juga, contoh tambahan dianalisis berdasarkan defenisi.

     

    e. Aplikasi

    Menurut Nurani dkk (2003:2.5) bahwa model pembelajran ini sangat sesuai digunakan untuk pembelajaran yang menekankan pada perolehan suatu konsep baru atau mengajar cara berfikir induktif kepada siswa. Model ini juga relevan diterapkab untuk semua umur dan semua tingkatan kelas. Bagi anak-anak, konsep dan contoh harus lebih sederhana dibandingkan untuk anak tingkatan kelas yang lebih tinggi.  Model ini juga dapat merupakan alat evaluasi yang efektif bagi guru untuk mengukur apakah ide-ide atau konsep-konsep penting yang baru diajarkan telah dikuasai atau tidak.

     

    3. Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment  dan hubungannya dengan kurikulum 2013

    Jujur saja Informasi tentang Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment baru penulis dapatkan pada kisi-kisi UKG 2015 untuk guru Ekonomi SMA/MA.  Berbagai buku yang penulis baca, serta penulis juga coba cari referensi di internet tak penulis temukan Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment ini, yang ada penulis temukan adalah refetensi secara terpisah, yaitu referensi tentang: 1) Pembelajaran  Kooperatif  dan 2) Pembelajaran  Concept Attainment. Berdasarkan hal tersebut penulis menggabungkan kedua pembelajaran tersebut sehingga diperolehlah Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment.  Oleh karena itu baik pengertian, prosedur, dan hal lainnya adalah hasil pengabungkan kedua pembelajaran tersebut.

    a. Pengertian Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment 

    Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment merupakan pembelajaran dengan menerapkan  pendekatan perolehan konsep dan dilakukan secara kooperatif oleh peserta didik, di mana pembelajaran ini menekankan pada perolehan suatu konsep baru atau mengajar cara berfikir induktif kepada siswa,  yang diorganisir di antara kelompok-kelompok pembelajar  yang didalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota lainnya, sehingga dihasilkan suatu konsep yang bermakna.

     
    b. Prosedur Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment  

    Prosedur Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment mengacu pada kombinasi prosedur pembelajaran kooperatiif dan Pembelajaran Concept Attainment  

     
    c. Perlunya Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment pada Kurikulum 2013

    Permendikbud No.65 tahun 2013 tentang standar proses menjelaskan bahwa  kurikulum pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan yang berbeda. Di mana sikap diperoleh melalui aktivitas:menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan; Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas: mengingat, memahami,mmenerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta; Keterampilan  diperoleh dari aktivitas: mengamati, menanya, mencoba, menalar,menyaji, dan mencipta

    Hal-hal tersebut di atas bila sangat terkait dengan Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment pada Kurikulum 2013. Di mana pada Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment  para siswa saling berinteraksi dalam kelompok-kelompok kecil untuk memahami suatu konsep. Pembelajaran Kooperatif  Concept Attainment  lebih memudahkan siswa memahami konsep karena aktivitas PBM dikerjakan  melalui tahap-tahap  perolehan konsep dengan melakukan kegiatan secara bersama di kelompoknya. Di mana mereka melakukan pengamatan bersama, mengumpulkan data bersama, diskusikan secara bersama,  kemudian disajikan dan didengar oleh kelompok lain. Sehingga dengan Pembelajaran kooperatif  Concept Attainment ini mengajarkan siswa bagaimana keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain.

     

    B. Contoh Soal

    1. Berikut ini keuntungan pembelajaran kooperatif….
    A.Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial
    B. Memudahkan siswa melakuksn penyesusian
    C. Menghilangkan sifat mementingkan sendiri dan egois
    D. Mengembangksn nilai-nilai social dan komitmen

    Jawab: D

    2. Tujuan utama model pembelajaran perolehan konsep adalah….
    A. Membantu siswa memahami (memperkenalkan) suatu konsep tertentu
    B. Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengolah informasi
    C. Melatih kemampuan siswa dalam meneliti, menjelaskan fenomena, dan memecahkab masalah secara ilmiah
    D. Membantu siswa mengembangkah kreatifitas berpikir

     
    Jawab: A

    (Sumber: Nurani dkk (2003:2.11-2.25)

    Ciri-ciri Pembelajaran  Kooperatif Concept Attainment adalah kecuali….
    A. Mengabaikan  pembuatan  contoh dan hipotesis
    B. Kerja tim  yang solid penentu keberhasilan
    B. Adanya Pengakuan/penghargaan
    C. Adanya siklus analisis

    Jawa: A
    (Soal koleksi pribadi)

     
    Referensi

    Eggen, P. dan D. Kauchak. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta Barat: PT Indeks

    Huda, M. 2013. Cooperatif Learning. Yogyakarta: Pustaka Fajar

    Nurani, Y. 2003. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka

    Permendikbud No.65 Tahun 2013 . Standar Proses

    Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran. Jakarta:PT Rajagrafindo Persada

    Suprijono, A. 2013. Cooperatif Learning. Yogyakarta: Pustaka Fajar

    FacebookTwitterGoogle+Share

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    Tulisan Terkini
    Buku Pegangan Siswa
    Diktat Ekonomi SMA/MA

    Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

    Lihat Hasil Jajak Pendapat

    Loading ... Loading ...

    Laporan Karya Inovatif
    Berita Lainnya
    SONIAN ARTIS DAN GURU
    SONIAN ARTIS DAN GURU
    SONIAN ARTIS DAN GURU SONIAN ARTIS DAN GURU Artis Film shootin
    SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU
    SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU
    SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DA
    SONIAN GURU DAN DANA GAJAH PLUS SONIAN GURU DAN DANA GAJAH PL
    SONIAN OMBAK DAN AKU
    SONIAN OMBAK DAN AKU
    SONIAN OMBAK DAN AKU SONIAN OMBAK DAN AKU Debur ombak putih
    SONIAN PERAHU DAN AKU
    SONIAN PERAHU DAN AKU
    SONIAN PERAHU DAN AKU SONIAN PERAHU DAN AKU Kembara lautan Ta

    Temukan Kami di Facebook

    Pencarian

           

    .

    Galeri Foto
    Klik Slideshow di bawah untuk
    melihat Galeri Foto secara lengkap
    20150203_121026-1.jpg
    20150203_121051-1.jpg
    IMG_39759949695819.jpeg
    20131120_110407-1.jpg
    20131120_110424-1.jpg
    20131219_140230.jpg
    Cerita Bergambar
    Kalender
    Februari 2021
    S M T W T F S
    31 1 2 3 4 5 6
    7 8 9 10 11 12 13
    14 15 16 17 18 19 20
    21 22 23 24 25 26 27
    28 1 2 3 4 5 6
    Buku Tamu