Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 409799Total Pengunjung:
  • 130Hari ini:
  • 115Kemarin:
  • 1Online:
Buku Tamu
Panel Login

Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

Catatan Pelatihan Trainer Teacher Writer 2: Menulis Artikel dan Buku Populer Apa Bagaimana?

 A. Pengantar

“Evolusi diri sendiri untuk bangkit, berdaya di bidang penulisan, sebab tidak semua orang menjadi penulis.  Karena bidang penulis ini bukan bidang keramaian, bukan bidang selebritis, bukan bidang populer. Ini kerja-kerja semu, kerja-kerja senyap, yang orang  tidak tahu siapa kita, tapi tahu tulisan kita” demikian kalimat pembuka  yang disampaikan  oleh Nara Sumber  Pelatihan Trainer Teacher Writer (TTW) kepada para peserta pelatihan.  Adapun nara sumber kali ini adalah Bapak Rakhmad  Zailani Kiki, S.Ag, MM (Kolumnis dan Narasumber Tetap di Harian Umum Republika), dan beliau adalah Nara Sumber Kedua Hari Pertama, pada Pelatihan TTW yang dilangsungkan  di Aula Perguruan SMK Cikini Jl. Alur Laut Blok NN No.1 Rawabadak  Selatan  Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016.

Penyampaian materi pelatihan TTW oleh nara sumber Bapak  Rakhmad Zailani Kiki, S.Ag, MM (Koloumnis Republika) judul "Menulis Artikel dan Buku Populer Apa Bagaimana? (SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Penyampaian materi pelatihan TTW oleh nara sumber Bapak Rakhmad Zailani Kiki, S.Ag, MM (Koloumnis Republika) judul “Menulis Artikel dan Buku Populer Apa Bagaimana? (SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

“ Mari kita coba untuk memicu diri kita, memotivasi diri kita untuk belajar bersama-sama, termasuk saya sendiri  untuk sama-sama kita belajar  tentang bidang menulis ini. Saya sendiri sampai hari ini masih harus belajar dan belajar dalam bidang penulisan ini. Dan hari ini dari pagi hingga sore nanti kita akan mencoba membahas apa itu Artikel Populer dan Buku Populer?”.  Demikian  nara sumber melanjutkan pembicarannya. Nah, menarik bukan apa yang akan disampaikan oleh nara sumber kali ini, yaitu tentang Artikel Populer dan Buku Populer. Namun sebelum masuk kepada pokok bahasan, nara sumber  lebih panjang dan rinci memamaparkan tentang pengalamannya sebagai penulis dan jurnalis, serta apa motivasi, serta niat kita untuk menulis. Untuk pembicaran ini, jujur saja benar-benar membangkitkan motivasi  mengapa kita harus menulis. Benar-benar alasan dan argument yang logis, masuk akal, dan sangat  menggugah dan menyentuh sekali.  Mau tahu?  Ikuti paparan yang akan penulis ceritakan di bawah ini, oke!. Oh, ya adapun semua paparan yang penulis sampaikan pada tulisan ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh nara sumber, baik informasi tersebut  beliau sampaikan secara tulisan  maupun lisan.

 

B. Pengalaman Nara Sumber Menjadi Penulis dan Jurnalis

Sebelum memasuki pokok bahasan materi  inti penulis memperkenalkan diri bahwa beliau adalah Kolumnis dan Narasumber Tetap di Harian Umum Republika, Dialog Jum`at (2006 sampai sekarang), selain itu juga beliau adalah  Wartawan di Media FUHAB (majalah Forum Ulama dan Habaib Betawi dari tahun 2009), Redaktur Majalah Info Ulama dan website www.muidkijakarta.or.id, MUI DKI Jakarta, serta  Pengelola dan atau redaktur beberapa media komunitas.

Telah cukup banyak karya tulisan yang dihasilkan oleh Bapak Rakhmad Zailani Kiki, S.Ag, MM, baik berupa karya artikel maupun karya tulis buku.  Adapun karya tulis artikel, seperti:  Artikel-artikel di Koran Republika, Dialog Jum`at (2006 s/d sekarang) dan Artikel-artikel di majalah Hidayah,  Info Ulama MUI Prov. DKI Jakarta, dll; sedangkan karya tulis dalam bentuk buku, yaitu:
1. Genealogi Intelektual Ulama Betawi (Melacak Jaringan Ulama Betawi dari Awal Abad ke-19 sampai Abad ke-21), Jakarta Islamic Centre, Jakarta, 2011.

2. Islam Ibukota: Dari Kramtung Hingga ke Brussels, Jakarta Islamic Centre, Jakarta, 2009 (buku).

3. Pedoman Falakiyah di Jakarta, Jakarta Islamic Centre, Jakarta, 2010.

4. Nikah Itu Mudah (Pedoman dari Kasus-Kasus Nyata Mudahnya Mendapatkan Jodoh dan Nikah), YASPI Al-Fathiyah, 2011.

5. Koleksi Batik Betawi dari Seraci¸ Seraci Batik Betawi dan Yayasan Ta`aruf, 2012.

6. Jakarta Islamic Centre Membangun Ibu Kota (Peran & Kontribusi Ulama Jakarta)”, Jakarta Islamic Centre, 2015

7. Pedoman Penyelenggaraan Kurban Yang Syar`i dan Higienis Metode HACCP, Jakarta Islamic Centre, 2015. Dll.

Selain karya di atas masih banyak tulisan lainnya, dan sekian banyak karya tersebut di atas ada satu buku isinya tipis, sederhana, tapi di upload dan dicari banyak orang, yaitu tentang buku “Menikah itu Mudah? Beliau menyatakan bahwa buku tersebut tipis dan  sederhana ini dicetak dengan harga Rp7.500 dan dijual  dengan harga Rp25.000 per buah. Buku ini laris. Mengapa?  Nilai sebuah buku tidak ditentukan tipis atau tebal, sederhana atau mewahnya buku, tetapi isi dan manfaat dari isi buku tersebut. Jadi jangan heran buku tipis kok mahal? Buku Tebal kok murah? Bukan masalah tipis atau tebal, tapi masalah isinya penting atau tidak, buku tersebut dibutuhkan banyak orang atau tidak. Nah, untuk mengetahui hal apa yang dibutuhkan, kita harus peka. Apa masalah yang saat ini sedang membuat orang resah, fenomena tersebutlah yang ditulis dan berikan solusi terhadap permasalahan tersebut pada tulisan yang ditulis. Mahal murahnya buku tidak ditentukan mewah atau tidak cover buku, apakah buku tersebut dicetak atau diterbitkan oleh penerbit besar atau penerbit yang tidak terkenal. Tapi yang membuat buku tersebut mahal adalah ‘gagasannya”

Selanjutnya beliau menyebutkan salah satu hasil karyanya yang banyak menyita waktu, namun buku tersebut menjadi buku referensi S1, S2, dan S3. Buku tersebut berjudul Genealogi Intelektual Ulama Betawi, ditulis tahun 2006 dan baru terbit 2012. Buku tersebut melalui proses penelitian yang panjang, sekali terbit langsung “Best Seller” di dunianya. Buku tersebut ada diperpustakaan Australia, serta ada di Amazon.com.  Menurut teman beliau, Profesor Dr, Azyumardi Azra, MA, Phill, Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatyllah, Jakarta dalam Pengantar Buku tersebut bahwa karya ini jelas merupakan rintisan sangat penting yang dapat menjadi stimulan bagi penelitian dan penulisan lebih lanjut. Dengan begitu, kita kian bisa memperoleh pengetahuan komprehensif tentang ulama asal Betawi dan perannya dalam kebidupan keagamaan masyarakat Betawi dan Nusantara keseluruhan.

Buku Genealogi Intelektual Ulama Betawi,  buku ini karya nara sumber pelatihan TTW (Rakhmad Zailani Kiki, dkk)  yang "The Best Seller" di dunianya (SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Buku Genealogi Intelektual Ulama Betawi, buku ini karya nara sumber pelatihan TTW (Rakhmad Zailani Kiki, dkk) yang “The Best Seller” di dunianya (SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

 
C. Motivasi: Mengapa Kita Menulis?

1. Allah SWT bersumpah dengan pena (Q.S. Al-Qalam ayat 1)

Pertanyaan dilontarkan oleh nara sumber kepada para peserta: “Mengapa kita menuis? Ini kan basicly banget, mendasar banget. Benar, nggak? Apa sich yang memotivasi kita untuk menulis? Yah, kembali ke Firman Allah. Kita imani Al-Quran, isinyapun kita imani. Dalam Al-Quran, dari 114 surat  ada satu surat namanya  Al-Qalam  (Pena). Ada nggak Surat AS-Said (Pedang)? Nggak ada!  Jadi, bohong kalau Islam  itu  disebarkan dengan ‘Pedang’ .  Satu-satunya  alat bantu manusia yang dijadikan Surat dalam Al-Quran adalah  Al_Qalam (‘Pena’).  Dashyatnya Allah itu. Allah bersumpah dengan Pena bukan dengan Pedang.   Islam ini agama orang-orang pintar.  Kalau masih bodoh, berarti orang tersebut Islamnya belum paling (super).  Adapun arti yang terkandung dalam Surat Al-Qalam ayat 1 adalah: “Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis.” (Q.S. Al-Qalam ayat 1)

“Ini Allah bersumpah dengan Pena dan  Apa yang ditulis oleh para penulis. Dashyat!  Allah bersumpah untuk para penulis, derajatnya tinggi.

Motivasi  I  Mengapa Kita Menulis:  Allah SWT bersumpah dengan pena (Q.S. Al-Qalam ayat 1) (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Motivasi I Mengapa Kita Menulis: Allah SWT bersumpah dengan pena (Q.S. Al-Qalam ayat 1) (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Diriwayatkan oleh Imam At-Tarmidzi Rasulullah saw bersabda, “Sungguh, yang pertama kali Allah ciptakan adalah qalam (pena). Dia berfirman kepada qalam, ‘Tulislah.’ Pena bertanya, ‘Apa yang akan saya tulis?’ Allah berfirman, “Tulislah takdir.’ Maka pada saat itulah qalam mencatat apa yang telah dan akan terjadi sampai selama-lamanya.” (HR. Tarmidzi, No. 3319). Imam At-Tarmidzi berkata, hadis ini hasan sahih gharib.

“ Dari hadis tersebut di atas, jelas bahwa yang diciptakan pertama kali oleh Allah ‘Pena” bukan  ‘Pedang’ Diperintahkan untuk apa? Menulis!”.

 

2. Pepatah Yunani:  “Verba Volant, Scripta Manent”

“Selanjutnya mengapa kita menulis? Pepatah Yunani mengatakan “Verba Volant, Scripta Manent”  yang artinya “Apa yang kita ucapkan hilang (tertiup angin), apa yang kita tulis itu abadi”

Motivasi  II Mengapa Kita Menulis:  Pepatah Yunani “Verba Volant, Scripta Manent”  (Apa yang diucapkan hilang tertiup angin, Apa yang ditulis abadi) (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Motivasi II Mengapa Kita Menulis: Pepatah Yunani “Verba Volant, Scripta Manent” (Apa yang diucapkan hilang tertiup angin, Apa yang ditulis abadi) (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Apa yang baru saja kita omongkan ini sedetik saja hilang sudah, kita menulis berarti kita menulis keabadian. Mau tahu contohnya:

-Naskah Al-Qur`an  tertua di dunia ditemukan di University of Birmingham, Inggris. Ini Zaman khalifah Ustman Bin Affan, sampai saat ini masih ada. Bayangkan naskah ribuan tahun lalu masih ada. Manen (Abadi) nggak? Abadi”.

Naskah Al-Qur`an  tertua di dunia ditemukan di University of Birmingham, Inggris, salah satu contoh "Scripta Manen" Apa yang ditulis itu abadi (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Naskah Al-Qur`an  tertua di dunia ditemukan di University of Birmingham, Inggris, salah satu contoh “Scripta Manen” Apa yang ditulis itu abadi (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

3. Menulis karena dibutuhkan orang

Selanjutnya nara sumber memaparkan bahwa motivasi menulis karena tulisan kita dibutuhkan orang banyak. Seperti yang  dipertanyakan oleh nara sumber pada peserta:

“Pernah nggak lihat buku ini? Buku yang paling laris sepanjang zaman sampai hari ini di Indonesia, buku apa? Buku Iqra’) .Buku ini penyusunnya KH. As’ad Humam wafat pada tanggal 2 Februari 1996 (20 tahun lalu). Apakah penerbit buku ini adalah penerbit besar?  Bukan!  Penerbitnya Aktivis Pemuda Masjid. Buku ini terkenal kemana-mana, dari emperan, gang masjid, toko besar, dsb tak ada yang tak mengenal buku ini. Buku ini dijual di tempat-tempat tersebut. Apa isinya? “AA, BaBa”.  Ini namanya “How to do it” (Bagaimana caranya).  Kata orang itu mah gue jua bisa. Kalau mudah, kalau bisa kenapa Anda tidak memulai untuk menulis?  “How to do it” (bagaimana caranya). Cara itu sebuah kecerdasan,yang luar biasa,  tidak semua orang bisa. Contoh seperti buku Iqra ini apa sich isinya ? “AA, BaBa”.  Ini hal yang revolusioner. Karena saat pertama kali buku ini terbit dan saat membacanya orang menjadi mudah belajar dan membaca Al-Quran. Karena sebelumnya orang mempelajari Al-Quran dengan menggunakan kaidah  urutan,  “An In Un, Ban Bin Bun, Tan Tin Tun”,  dianggap susah, karena berdasarkan urutan. Sehingga akibat permasalahan tersebut metode disusun ulang, melalui penelitian yang teliti dan berulang-ulangl Di coba, coba, dan dicoba terus.  Tidak mudah mendapatkannya,  melalui Eksperimen berkali-kali, maka ditemukan lah metode “Iqra’ seperti yang dipergunakan sekarang ini”.

Buku paling laris sepanjang zaman sampai hari ini di Indonesia, Buku Iqra’ karya  KH. As'ad Humam (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Buku paling laris sepanjang zaman sampai hari ini di Indonesia, Buku Iqra’ karya KH. As’ad Humam (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

“Sehingga dengan hal tersebut di atas, dapat merubah manset kita bahwa menulis itu tidak muluk-muluk, tidak harus dengan kata-kata rumit, membingungkan orang, atau kata-katanya terlalu tinggi. Tidak harus! Tapi lihatlah kepada kebutuhan orang, bukan keinginan kita.  Kalau keinginan kita, yang puas kita sendiri. Orang dipaksakan untuk membaca keinginan kita.  Misalnya kita bikin ‘Buku Curhat’, buku yang isinya hanya memuaskan diri kita sendiri. Insha Allah, buku tersebut tidak bakalan laku.  Karena orang tidak butuh.  Jadi, pekalah dalam keadaan masyarakat, lihat kebutuhan orang! Jadi, kalau mau mudah tulislah buku ‘How to do it’.  Buku tentang  tata cara, misalnya Tata Cara Mengajar yang Baik, mudah bukan?”, demikian  lebih rinci dan lengkap penjelasan nara sumber tentang motivasi kita menulis.

Selain buku Iqra di atas yang paling laris, juga ada buku lain yang tak kalah larisnya, yaitu Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap  karya Drs. Moh.Rifai yang  diterbitkan oleh PT Karya Toha Putra Semarang tanggal 19 Dzulqa’idah 1396 atau 10 November 1976. Kalah buku-buku lain dari buku ini. Buku ini How to do it. Bagaimana cara shalat yang baik dan benar . Karena saat sebelum buku ini dibuat, banyak orang ketika itu mau shalat, tapi  tidak tahu. Mau masuk Pesantren , usia sudah tua, malu.  Mau minta ajarin sama orang lain, malu.  Akhirnya Kyai Rifai buat buku tuntunan shalat dengan petunjuk dan ada gambar-gambarnya untuk masing tahapan shalat. Sehingga bisa belajar sendiri di kamar, tanpa ada orang tahu. Kalau belajar depan anak, tentu malu, karena sudah tua. Jadi, buku ini kebutuhan untuk orang-orang yang ingin shalat tapi tidak tahu caranya, dan malu bertanya pada orang.  Buku ini dari emperan sampai toko buku besar, buku masih ada dijual.

Buku lain yang tak kalah larisnya "Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap"  karya Drs. Moh.Rifai yang  diterbitkan oleh PT Karya Toha Putra Semarang tanggal 19 Dzulqa'idah 1396 atau 10 November 1976 (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Buku lain yang tak kalah larisnya “Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap”  karya Drs. Moh.Rifai yang  diterbitkan oleh PT Karya Toha Putra Semarang tanggal 19 Dzulqa’idah 1396 atau 10 November 1976 (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

4. Menulis mendatangkan pahala yang  abadi  

Nah dari buku-buku tersebut di atas terbukti  bahwa menulis itu ‘Manen’ (abadi),  penulisnya sudah tak ada, tapi tulisan ya tetap abadi hingga sekarang. Dengan menulis tersebut ada dua keuntungan, yaitu selain beruntung dari segi materi, penulis tersebut juga dapat pahala. Pahalanya terus mengalir, inilah ilmu yang  bermanfaat. Meskipun penulisnya sudah meninggal  masih merima aliran pahalanya (aliran pahalanya abadi).  Kalaupun kita tak punya anak, apalagi anak yang saleh, tak usah berkecil hati.  Masih ada jalan lain untuk mendapatkan pahala yang mengalir tak putus-putusnya, yaitu ilmu yang bermanfaat, yaitu tulisan kita yang dibaca, dimanfaatkan, dan diamalkan oleh orang banyak.  Jadi,  menulislan  dan  kalau mau menulis tulislah sesuatu yang pahalanya mengalir terus ke kita, meskipun kita telah meninggal dunia.  Seperti buku Iqra dan buku tuntunan shalat di atas, berapa banyak orang yang membaca, memanfaatkan dan mengamalkan isi buku tersebut. Contoh  lainnya bisa juga kita bisa membuat  buku pelatihan, buku ajar, modul, diktat yang digunakan oleh guru dan siswa. Nah, bayangkan berapa banyak orang menggunakan buku ini setiap tahunnya, karena setiap tahun sudah jelas siswanya bertukar terus, selagi ilmu yang kita tulis tersebut diamalkan oleh yang membaca tulisan tersebut, maka amalnya akan mengalir terus kepada penulisnya.Tentunya yang ditulis adalah ilmu-ilmu yang positif, ilmu-ilmu yang bermanfaat.

Sebaliknya jangan kita menulis buku-buku yang mengandung maksiat (seperti menulis buku porno), karena dengan tulisan tersebut orang lain akan tergiring berbuat dosa, berbuat maksiat, sehingga dosanya juga mengalir kepada penulis yang menulis hal  tersebut.

 
D. Apa Niat Kita untuk Menulis?

Nah ini lah yang paling penting, apa niat kita untuk menulis. Ya, Nawaitu kita menulis untuk apa? Nara sumber mengajak  kita semua untuk meluruskan niat dalam hal  apa niat kita menulis. Tidak lain tidak bukan, bahwa niat kita menulis adalah semata-mata hanya karena Allah SWT,  menulis semata-mata beribadah kepada Allah SWT.

 

E. Isi Materi Workshop

Selanjutnya,  setelah panjang lebar menguraikan tentang motivasi dan niat kita untuk menulis,baru nara sumber  Rakhmad  Zailani Kiki, S.Ag, MM masuk kepada pembicaraan inti, yaitu tentang;  “Menulis Artikel dan Buku Populer Apa Bagaimana? “.  Adapun  isi materinya  dapat dilihat pada paparan berikut ini

Menulis Artikel dan Buku Populer Apa dan Bagaimana oleh nara sumbr Bapak Rakhmad  Zailani Kiki, S.Ag, MM (Kolumnis dan Narasumber Tetap Harian Umum Republika) (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Menulis Artikel dan Buku Populer Apa dan Bagaimana oleh nara sumbr Bapak Rakhmad  Zailani Kiki, S.Ag, MM (Kolumnis dan Narasumber Tetap Harian Umum Republika) (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)


 

1.Apa  Itu Artikel?

Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan kadang-kadang kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu (informatif), memengaruhi, meyakinkan (persuasif argumentatif), dan menghibur khalayak pembaca (Sumadiria, 2004: 1).

Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

 
2.Apa Itu Populer?

-Populer itu berarti dikenal dan disukai orang banyak (umum) 

-Populer itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya, mudah dipahami orang banyak

-Populer itu disukai dan dikagumi orang banyak

 

3.Artikel Populer
Jadi, dari  pengertian artikel dan  pengertian populer  tersebut di atas, maka  dapat diartikan bahwa adalah artikel  populer adalah artikel  yang ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga dipahami oleh pembacanya.

Contoh Artikel  Populer: Jakarta Darurat Gay!  (REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Rakhmad Zailani Kiki).

Menurut informasi beliau artikel ini populer, buktinya banyak situs-situs yang mengambil tulisan ini. Selanjutnya beliau menambahkan buatlah judul yang menarik agar judul tersebut populer. Coba bayangkan bila judul Artikel  tersebut dibuat Pengaruh Gay terhadap Kehidupan Sosial  Masyarakat Jakarta, mungkin yang mau baca tulisan tersebut hanya kalangan akademisi saja, karena itu bukan contoh artikel populer, tapi artikel ilmiah. Artikel ilmiah memakai kata baku, sesuai standar penulisan ilmiah, seperi yang digunakan dalam penulisa laporan, jurnal, skripsi, tesis, atau disertasi.

 
4.Jenis Tulisan Yang Tergolong Artikel

a.Opini

Opini adalah tulisan pendek yang ditulis oleh kolumnis berisi pendapatnya yang subjektif sebagai saran untuk memecahkan suatu masalah.

Nara sumber  sudah termasuk kolumnis, punya kolom sendiri pada sebuah media. Untuk sampai menjadi seorang kolumnis sudah punya jam terbang menulis yang banyak dan harus teliti dalam menulis. Menurut nara sumber, mulanya sewaktu penulis pemula di Republika juga dicore-coret dan dikembalikan untuk diperbaiki sesuai dengan gaya penulisan Republika. Rupanya masing-masing media mempunyai gaya menulis yang berbeda-beda.

 
b. Artikel

Artikel adalah ditulis lebih panjang dan mendalam mengenai suatu masalah berikut sikap atau pendirian penulisnya, berdasarkan studi pustaka tentang masalah yang sama dan pemecahannya sebagai hasil pemikiran yang mendalam. Biasanya hasil pemikiran pakar bidang keilmuan yang bersangkutan.

 
c. ‘How to do it article’

‘How to do it article’ adalah  tulisan tentang langkah-langkah melakukan sesuatu secara teknis, disertai penjelasan mengapa langkah itu perlu dilakukan, dan apa akibatnya kalau tidak dilakukan. Contohnya: Cara Bertanam Pepaya California.

Contoh lain “How to do it” bagi guru adalah  tulisan tentang : Bagaimana Cara Mengajarkan IPA yang Menyenangkan?

 

5. Ciri-ciri artikel

a. Lugas:
Lugas maksudnya tulisan langsung menuju persoalan. Tulisan tidak mutar-mutar dulu, tidak berbelit-belit.

b. Logis
Logis maksudnya  tulisan adalah  menggunakan segala keterangan yang dipaparkan harus memiliki dasar dan alasan yang masuk akal dan dapat diuji kebenarannya. Jangan dongeng, jangan fiktif. Tempatnya jelas, kejadiannya jelas waktunya.

c. Tuntas
Tuntas  maksudnya  masalah atau tema yang dipilih dipaparkan secara mendalam. Tuntas itu jangan menggantung. Tulisan harus ada solusi atau jalan keluarnya.

d. Objektif
Objektif  makdsudnya semua  keterangan yang disajikan  pada tulisan sesuai dengan data dan fakta yang ada.  Jangan sampai datanya “bodong”, data nya palsu.

e. Cermat
Berusaha menghindari berbagai kekeliruan walau sekecil apapun, kuasai . Pemilihan kata-kata (diksi)  yang digunakan harus cermat.
Contoh: penulisan  terdiri dari  itu tidak benar. Penulisan yang benar adalah terdiri atas

f. Jelas dan padat:
Keterangan mudah dipahami, Tidak melibatkan emosi yang berlebihan, Menggunakan bahasa baku dan memperhatikan tanda baca  (taati aturan Ejaan Bahasa yang Disempurnakan (EYD.)

 
6. Syarat Artikel Populer Diminati: 
1. Judul menarik (Bentuk Feature) dan usahakan terdiri atas enam kata.
2. Mengandung masalah, gagasan yang aktual dan atau kontroversial.
3. Topik bahasan diminati banyak orang.
4. Didukung data dan teori yang valid.
5. Menggunakan bahasa komunikatif.
6. Ditulis secara singkat dan tuntas.
7. Orisinal.
8. Tulisan mengikuti EYD dan menggunakan bahasa yang  baku.
9. Dituliskan nama penulisnya dengan nama lengkap dan jelas serta dengan jabatannya.

 
7. Judul Menarik (Bentuk Feature) dan Usahakan  Terdiri Atas Enam Kata 

Judul  Menarik (Bentuk Feature) dan Usahakan  maksimal  terdiri Atas Enam Kata. Mengapa? Ada beberapa alas an mengapa judul tersebut harus menarik dan maksimal  6  kata:
-Agar orang pertama kali membaca tulisan kita
-Agar pembaca  penasaran apa isi tulisan
-Agar pembaca tertarik untuk membaca

Di bawah ini beberapa contoh artikel  karya nara sumber  yang tetap mempertahankan maksimal  6 kata:
–  Jakarta Darurat Gay! (3 kata)
–  Haji Betawi Kok Medit? (4 Kata)
–  Yang Abadi Dari Wafatnya Ulama  (5 Kata)
–  Mengetuk Pintu Surga (3 Kata)
–  Tulang Ikan untuk Aliran Menyimpang  (5 Kata)
–  Ke Mana Perempuan-Perempuan Kramat Tunggak?  (6 Kata)
–  Siapa yang Paling Bahagia? (4 Kata)
–  Orang Gila yang Sebenarnya (4 Kata)
–  Bahaya Dayus  (2  Kata)
–  Manusia-Manusia Setan (3 Kata)
–  Mari Hijrahkan Niat! (3 Kata)

8. Kerangka Karangan (Outline Artikel/Buku)
– Prolog (Masalah)
– Isi (Pembahasan Masalah, Sebab Masalah Itu Terjadi)
– Epilog (Solusi dan Penutup)

 
9. Menggunakan Bahasa Komunikatif 
Bahasa yang digunakan harus komunikatif, mudah dipahami oleh semua kalangan. Nara sumber memverikan contoh artikel yang komunikatif.

Contoh Artikel : Haji Betawi kok Medit?

Mereka juga dikenal dermawan, sering mengadakan santunan, dan bagi-bagi berkat karena gemar mengadakan syukuran, maulidan, dan tahlilan. Juga sebagian mereka menjadi sponsor tetap acara-acara yang digelar oleh ulama dan ustaz yang menjadi guru mereka.

Ada satu contoh kedermawanan para haji Betawi ini yang sampai sekarang masih dapat dirasakan masyarakat urban di Jakarta, yaitu para haji Betawi yang memiliki kontrakan rumah.Siapa pun yang pernah atau sedang mengontrak rumah seorang haji Betawi umumnya merasakan hal itu. Sifat tidak tegaan, mau mengerti, dan memaklumi kondisi si pengontrak sangat membantu para pengontrak yang sering menunggak uang kontrakan.

 
10. Langkah-langkah Menulis Artikel
1. Mencari ide (temukan masalah)
2. Menetapkan topik
3. Menetapkan judul (feature)
4. Membuat peta konsep (mind maping)
5. Membuat kerangka karangan
6. Mencari referensi
7. Menulis
8. Merevisi

 
F. Diskusi, Tanya Jawab dan Praktik Membuat Judul Populer

Peserta diminta nara sumber untuk membuat  judul  yang menarik dan populer.  Sambil menunggu peserta memikirkan judul populer yang harus dibuat  oleh peserta tersebut, nara sumber  tetap memberikan penjelasan bagaimana melahirkan  judul yang menarik dan populer.  Nara sumber menegaskan pada peserta bahwa kekuatan sebuah judul  artikel populer atau buku populer adalah membuat judul. populer  artinya disukai khalayak umum. Khalayak umum, maksudnya mulai dari tukang beca, sampai orang memiliki jabatan tinggi menyukai .  

Selain itu nara sumber  juga memberikan motivasi dan contoh tentang lahirnya sebuah judul artikel popuer atau judul buku populer. Misalnya: ada seorang ibu yang sudah tua yang pernah dibimbing oleh nara sumber, bahwa Si Ibu tersebut ingin menulis dan  ia juga mengatakan  pada nara sumber bahwa ia senang melihat binatang. Kemudian, nara sumber menyarankan pada  Si Ibu untuk menulis segala tingkah polah binatang yang diamatinya tersebut.  Ada lebah diamati, ada ayam diamati., dan sebagainya. Begitu juga  proses perubahan pada binatang diamatinya, seperti ada Ulat diamati sampai menjadi  kupu-kupu dan setiap pengamatannya dicatat dan dibuat tulisan. Sehingga lahirlah sebuah buku dengan judul yang menarik “ Berguru Kepada Binatang” :  Asal  Seekor Ulat Menjadi Kupu-kupu

Dari contoh  Si Ibu di atas, bila kita menyukai sesuatu tulislah sesuatu tersebutlm karena menulis suatu yang menyenangkan membuat kita puas dan happy.  Untuk apa kita menulis yang menyusahkan kita, bukankah begitu?

Selanjutnya, nara sumber juga meminta peserta untuk mengemukakan  apa kendalanya, sehingga para peserta kesulitan dalam menulis, sehingga dari permasalahan yang tersebut, nara sumber menyarankan sebuah judul yang menarik, misalnya:

1.Sahlan (peserta): Menceritakan bahwa  dengan melihat banyaknya syarat yang harus  dipenuhi  untuk sebuah tulisan, maka di pikirannya sudah tertanam bahwa …menulis itu susah, menulis itu ribet.

Dari permasalahan tersebut, nara sumber langsung memotong  pembicaraan peserta dan meminta peserta tersebut  untuk langsung menuliskan di kertas kata-kata ” Menulis Itu Mudah” Sehingga lahir sebuah judul “Menulis Itu Mudah!”

Kemudian nara sumber menambahkan, jangan menanamkan pada benak kita bahwa menulis itu susah, karena hal tersebut akan memberikan sugesi bahwa menulis itu susah, sehingga karena susah sehingga tak jadi menulis. Kenapa mesti sulit? Hati-hati dengan setiap kata-kata yang kita gunakan, karena setiap kata-kata itu adalah kekuatan, setiap kata-kata itu mengandung pengaruh psikologis.  Sehingga tak bisa menulis karena mental  blok “menulis itu sulit” yang telah  terbangun  pada pikiran selama ini.

 
2. Fitriany Febby Adiana Gustariny (Peserta) mengajukan 2 pertanyaan, yaitu tentang :

a.  Contoh lain tentang “Verba Volant, Scripta Manent”

Jawaban nara sumber:
Kita patut berterima kasih  pada orang yang menulis di batu nisan, sehingga hal tersebut menjadi data kapan Islam masuk ke Indonesia. Begitu  juga  mengapa Sejarah  Mesir  ribuan tahun lalu bisa diketahui sekarang, karena adanya tulisan hiroglief. Jurnal tertua di dunia ada di Iran, padahal Negara kecil. Para ahli ilmuwan, Profesor-profesor bila  studi jurnal, maka mereka melakukan studi Jurnal  ke Iran ini. Jelas, bahwa Bangsa yang suka menulis adalah bangsa yang berjaya, karena mereka tahu sejarahnya. Bagaimana dengan kita?  Apalagi saat sekarang ini . Jangankan sejarah  negara sendiri atau sejarah para pahlawan , sejarah diri sendiri saja tidak tahu.

b. Punya website sendiri telah menulis kurang lebih 200 tulisan di website tersebut. Ada beberpa tulisan yang diminta pembaca untuk dijadikan  buku, seperti tulisan 17 Artikel Implementasi Metode Pembelajaran. Pertanyaannya: Apakah bisa ke 17 Artikel tersebut dijadikan sebuah buku?

Jawaban Nara Sumber: Bisa,  silahkan  jadikan buku!

 

3. Titi (Peserta) menceritakan kendala dalam menulis, yaitu tentang:

Ingin menulis, tetapi untuk memulai sulit. Punya banyak  permasalah di lapangan, punya  ide-ide, tapi bingung mau memulai  memulis permasalahn dan ide-ide tersebut dari mana?

 
Jawab Nara Sumber:
Sebelum menjawab,  nara sumber melontarkan pertanyaan pada peserta yang bertanya tersebut : “Apakah  pernah –pernah  keluhan-keluhan, masalah-masalah atau ide-ide tersebutb ditulis di buku atau kirim SMS sama teman?” Jawab peserta: “tidak pernah ditulis, tetapi diomongin ke teman saja”

“ Apa tidak ditulis di Face Book? Sebab, akhir-akhir ini tidak ada orang yang tidak menulis. Hampir semua orang  punya Handphone (HP), dengan adanya HP ini hampir semua orang menulis SMS,  BBM, FB, WA dan media social lainnya.  Namun, masalahnya apakah tulisan  yang kita tulis di BBM, WA, FB, punya value (nilai)?  Apakah kita menulis di BBM, WA, FB sudah pakai  judul?  Cobalah  kalau menulis di media social tersebut pakai judul!

Selanjutnya,nara sumber menegaskan bahwa tulisan bukan saja harus dibuat menarik, tetapi  tulisan tersebut harus ada masalah.. Jadi sebuah  tulisan dengan adanya judul dan megandung masalah telah memenuhi syarat “judul populer”.

Hanya saja, jangan-jangan selama ini kita sendiri tidak tahu  apa itu masalah?  Jangan menulis  kalau tidak ada masalah.. Apa itu masalah? Masalah adalah adanya perbedaan antara Das Sein VS Das Sollen. Semakin besar perbedaan  Das Sein  (yang terjadi = fakta) dan Das Sollen (yang seharusnya terjadi  ,maka tulisan tersebut semakin menarik, semakin senang orang membacanya.

Contoh masalah:
– Seharusnya laki-laki itu tidak jadi Gay! (Das Sollen)
– Faktanya /kenyataannya banyak laki-laki menjadi Gay (Das Sein)

 
Dari kedua di atas, uraikan keduanya secara rinci mengapa  hal tersebut terjadi, kemudian berikan solusi, maka jadilah sebuah tulisan populer. Sangat sederhana sekali.

Jadi , sangat mudah sekali  untuk artiklel atau buku, buat lebih dahulu kerangka dari artikel atau outline yang akan kita tulis.  Dalam hal ini ada 3 hal  yang perlu dibuat dalam Membuat Kerangka Karangan (Outline Artikel/Buku), yaitu:
– Prolog (Masalah)
– Isi (Pembahasan Masalah, Sebab Masalah Itu Terjadi)
– Epilog (Solusi dan Penutup)

 
4.  Datun (Peserta)

a. Ide banyak, tapi  bingung kata-kata  awal yang akan digunakan.  Mengapa yang teringat kata-kata awal  itu hanya: Pada suatu hari……

 b. Saya ingin anak-anak suka menulis

 
Jawaban Nara Sumber:
Nara sumber meminta peserta untuk menulis:  Saya ingin anak-anak suka menulis, tapi  pada kenyataan anak-anak saya  tidak mau menulis.  (Nah, hal tersebut di atas telah menjadi kata-kata di awal kalimat.

 

5. Peserta

Sebagai guru lancar berbicara, juga lancar menulis diary. Tapi, mengapa untuk menulis seperti artikel, buku, dan lain-lainnya sulit?

Jawaban Nara Sumber:
Terlihat bahwa  kalau berbicara guru lancar, karena tak terikat dengan struktur kalimat. Begitu juga lancar menulis diary, karena kita menulis diary bebas sesuai pengalaman yang dialami, tanpa terikat dengan struktur.  Tulis saja apa yang kita pikirkan.  Selama ini kita terpaku pada strktur karya ilmiah, kita terpaku pada struktur kalimat. Padahal seharusnya sebagai penulis kita bebaskan diri dari ikatan tersebut, sehingga kita leluasa menulis sebagai mana kita lancar dalam berbicara. Struktur itu bukan tidak penting, tapi  sebagai pemula struktur jangan dipikirkan terlebih dahulu, sebab itu bukan tugas kita  karena untuk membersihkan dan mengindahkan tulisan ada tukang editnya.

 
6. Peserta:  “…….tentang menulis ini saya bingung”

Jawaban Nara Sumber: Buat judul “Bingung”
Tuliskan  fakkta atau kenyataan tentang hal  apa masalah yang membuat kita menjadi bingung. Jelaskan juga padahal hal tersebut tidak seharusnya kita menjadi bingung, serta jangan lupa memberikan solusi agar jangan bingung lagi.

Judul  Populer yang diajukan peserta dan perbaikan judul oleh nara sumber
1. Usulan Judul :  Bingung

2. Usulan Judul : Hidroponik yang Mudah dan Cantik

3. Usulan Judul : Anak yang  Kreatif  

Ulasan Nara Sumber:  Menarik itu dinilai oleh pembaca. Anak kreatif telah memenuhi syarat maksimal  3 kata, tetapi judul  tersebut biasa-biasa saja, tak  ada yang menarik dari judul tersebut.

Perbaikan  Judul: Kreatif, Bisa?

 
4. Usulan Judul : Kere Aktif  Susah Dapat

Ulasan nara sumber:  Judul  Populer boleh menggunakan bahasa populer, bahasa  “ngetop”,  bahasa Inggris, bahasa gaul.

Perbaikan  Judul:  Kere Move on  (maksudnya: biar  kere tapi  Move on, boleh miskin tapi tersohor)

 
5. Usulan Judul: 17 Metode Pembelajaran Dahsyat. Perbaikan Judul : 17  Jurus Maut Mengajar

6. Usulan Judul: Madrasah yang Hidup.  Perbaikan Judul: Dongkrak Madrasah

7. Usulan Judul : Menghidupkan Jiwa dengan SSI (Sabar, Syukur, Ihsan)

8. Usulan Judul: Kita Mulai dari mana?

9. Usulan Judul: Remaja Kekinian

10. Usulan Judul: Tangisan Kota Jakarta.  Usulan Perbaikan: Jakarta Don’t  Cry

Setelah praktik menulis judul ini, kemudian nara sumber memberikan tugas rumah untuk membuat tulisan dari judul yang telah diajukan, dan kirimkan ke email beliau, sehingga tulisan tersebut bisa dikoreksi salah benarnya. Pengiriman tugas boleh bertahap, misalnya judul dan masalahnya, pengiriman selanjutnya dilengkapi dengan solusi, pembahasan, dan penutup. Namun bagi peserta yang sudah memiliki lengkap unsur-unsur judul, masalah, pembahasan masalah, solusi, dan penutup, boleh dikirim langsung utuh semua.

 

C. Penutup

“Kesimpulannya menulis itu mudah. Bagaimana menulis? Tulis saja, jangan memikirkan bagaimana cara menulis, jangan memikirkan struktur, jangan tertekan dengan aturan-aturan, bebaskan diri keterikatan-keterikatan. Tuliskan apa yang ingin ditulis sesuai tentang  masalah yang dibutuhkan masyarakat. Ikut ambil bagianlah dalam Surat Al-Qalam ayat 1: “Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis.”  Buatlah tulisan yang bermanfaat yang  dengannya mengalir pahala yang  tak putus-putusnya, meskipun kita sudah meninggal dunia.  Terakhir,   Jangan lupa mengirimkan Judul, Masalah, Pembahasan Masalah, Solusi dan Penutup kirim via email ke Saya”, demikian pembicaran ditutup oleh Bapak Rakhmad  Zailani Kiki, S.Ag, MM selaku  nara sumber  pelatihan TTW dengan judul Menulis Artikel dan Buku Populer Apa Bagaimana? 

Alhamdulillah, benar-benar penulis sangat beruntung bisa ikut pelatihan TTW ini, tak sia-sia datang jauh-jauh dari Sumatera Barat untuk menimba ilmu ke Cikini Jakarta ini, karena sangat banyak ilmu yang penulis dapatkan dari semua nara sumber, apalagi dari Pak Rakhmad ini. Penulis jadi mulai memahami dan dapat merasakan bahwa menulis itu memang mudah. Berkat motivasi dan uraian beliau, semakin bergairan untuk menulis. Ya, tentunya menulis yang bermanfaat untuk orang banyak. Semoga bisa ya, Aamiin.

Oh, ya sebagai kenang-kenangan tentunya tak lupa penulis foto bersama dengan nara sumber Kolumnis dan Narasumber Tetap di Harian Umum Republika) dan juga dengan CEO Guru Dahsyat tentunya.

Dokumentasi foto bersama nara sumber: Bapak Rakhmad  Zailani Kiki, S.Ag, MM (Kolumnis dan Narasumber Tetap di Harian Umum Republika) dan Bapak Riswanto,Ch,Cht,Gr,SE,MM (Inspitaror  Guru Dahsyat, CEO Group Gruru Dahsyat New) (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

Dokumentasi foto bersama nara sumber: Bapak Rakhmad  Zailani Kiki, S.Ag, MM (Kolumnis dan Narasumber Tetap di Harian Umum Republika) dan Bapak Riswanto,Ch,Cht,Gr,SE,MM (Inspitaror  Guru Dahsyat, CEO Group Gruru Dahsyat New) (Pelatihan TTW, SMK Cikini Jakarta Utara, Sabtu 20 Agustus 2016)

FacebookTwitterGoogle+Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tulisan Terkini
Buku Pegangan Siswa
Diktat Ekonomi SMA/MA

Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

Lihat Hasil Jajak Pendapat

Loading ... Loading ...

Laporan Karya Inovatif
Berita Lainnya
LITERASI "MENGENAL RUMAH ADAT NAGARI BALIMBING (9): RUMAH BENDANG DT.
Rumah Adat Dt.Guguak Simabua Balimbing
Rumah Adat Dt.Guguak Simabua Balimbing
Rumah Adat Dt.Guguak Simabua Balimbing Rumah Adat Suku Simabua Gug
Rumah Adat Dt.Bagindo Basa Kinawai Nagari Balimbing
Rumah Adat Dt.Bagindo Basa Kinawai Nagari Balimbing
Rumah Adat Dt.Bagindo Basa Kinawai Nagari Balimbing Ini satu lagi
Rumah Adat Dt.Rajo Mangkuto Balimbing
Rumah Adat Dt.Rajo Mangkuto Balimbing
Rumah Adat Dt.Rajo Mangkuto Balimbing Rumah adat adalah bangunan y
Rumah Adat Dt.Cumano Kinawai Nagari Balimbing
Rumah Adat Dt.Cumano Kinawai Nagari Balimbing
Rumah Adat Dt.Cumano Kinawai Nagari Balimbing Sudah pernahkan Anda

Temukan Kami di Facebook

Pencarian

       

.

Galeri Foto
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
20150203_121026-1.jpg
20150203_121051-1.jpg
IMG_39759949695819.jpeg
20131120_110407-1.jpg
20131120_110424-1.jpg
20131219_140230.jpg
Cerita Bergambar
Kalender
Oktober 2021
S M T W T F S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
Channel Youtube
Jntuk.net kumpulan situs judi slot online terpercaya 2020 & 2021 ABLBET merupakan situs judi game slot terbaik uang asli slot 888 bet atau daftar agen slot terbaru dan terbesar bahkan sudah menjadi dewa slot 88 link alternatif resmi & telah mendapatkan izin royal slot 888 dari PAGCOR dan Cagayan Leisure. judi slot situs slot game slot ligatempo link slot