Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 386885Total Pengunjung:
  • 10Hari ini:
  • 92Kemarin:
  • 0Online:
Buku Tamu
Panel Login

Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

Catatan 22 Studi Banding Internasional: Yuk Mampir Sebentar dan Selintas mengenal  Barelang

A. Pengantar

Jika mendengar Jembatan Barelang pastinya akan dikaitkan dengan Kepulauan Batam.  Tidak heran jika jembatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang sedang berkunjung ke Batam. Selain keindahan alamnya yang menawan, Jembatan Barelang juga dianggap sebagai tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu untuk istirahat setelah berbelanja di Nagoya dan pusat belanja lainnya. Selain  menyaksikan kemegahan dan  keindahan view di sekitarnya, sehingga pengunjung juga dapat melihat pulau-pulau kecil yang indah dan mengetahui sejarah penampungan warga Vietnam yang pernah mengungsi akibat perang antar tahun 1975 hingga 1996.

Dokumentasi Foto Penulis dengan Salah Seorang Siswa Bimbingan (Nessa Sapera) dengan Latar Jembatan Barelang yang Megah dan "View" yang di sekitarnya

Dokumentasi Foto Penulis dengan Salah Seorang Siswa Bimbingan (Nessa Sapera) dengan Latar Jembatan Barelang yang Megah dan “View” yang di sekitarnya

Alhamdulillah, kali ini kami rombongan Studi Banding Internasional Siswa Berprestasi dan Pembimbing Kabupaten Tanah Datar 2015 berkesempatan untuk berada di Batam, dan menyaksikan  jembatan Barelang yang populer ini, yaitu tepatnya tanggal  20 September 2015. Di mana setelah usai menjalani  agenda  ke Nagoya  Hill Shophing  Hypermart, kemudian  kami  berkemas-kemas untuk check up dari hotel  dan melaju menuju Bandara Hang Nadim.  Dalam perjalanan menuju bandara ini, kami mampir sebentar  di Barelang.  

Dokumentasi Foto di Barelang Bridge Batam

Dokumentasi Foto di Barelang Bridge Batam

B. Mampir Sebentar dan Selintas Mengenal Barelang.

Sesuai  dengan judul di atas, “Yuk Mampir Sebentar dan Selintas mengenal  Barelang”.    Mengapa penulis katakan  hanya mampir sebentar? Ya, memang benar  kami hanya diberikan waktu 10 menit di Barelang ini. Sudah tentu dampaknya  tak banyak yang bisa penulis lihat dan ceritakan kali ini. Tapi, nggak apalah yang penting pemulis sudah  pernah berkunjung dan melihat dengan mata sendiri, dan tak lupa berfoto di atas Jembatan Barelang yang sangat populer ini. Khusus bagi yang belum pernah melihat Jembatan Barelang Batam ini, untuk sementara  bisa ikuti selintas ceritanya di bawah ini.

Dokumentasi Foto di atas Jembatan Barelang

Dokumentasi Foto di atas Jembatan Barelang

C. Sejarah

Dibangun mulai 1992, jembatan ini kemudian selesai pada 1998 dengan pemrakarsanya yaitu BJ. Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menristek. Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam (OB) sebagai regulator daerah industri Pulau Batam. Pembangun jembatan Trans Barelang telah menyedot anggaran Otorita Batam (OB) sebesar Rp 400 Miliar yang dibangun dalam masa enam tahun (1992 – 1998). Pembangunan jembatan ini menghabiskan biaya lebih dari Rp 400 Miliyar. Biaya yang dihabiskan ini sebanding kemegahan jembatan yang menjadi ikon kota Batam. Pembangunan jembatan bertujuan untuk mengoptimalkan wilayah kerja Otorita Batam  yang menjadi regulator daerah Industri Batam.

Enam buah jembatan megah ini merupakan proyek vital sebagai penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer. Pemerintah kota Batam menjadikan Jembatan Barelang sebagai symbol Kota dan Ikon untuk Program Visit Batam 2010 lalu.

 
D. Asal Usul Nama dan Nama Lain

Jembatan Balerang adalah gugusan 6 buah jembatan megah yang dimiliki Indonesia sebagai penghubung pulau-pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau.  Nama Balerang sendiri sebetulnya merupakan akronim dari pulau-pulau yang dihubungkan jembatan ini yaitu Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang.  Batam, Rempang dan Galang merupakan nama tiga buah pulau yang dihubungkan oleh jembatan Barelang.
 
Nama Balerang sebetulnya merupakan pemberian dari warga sekitar, karena sejatinya jembatan ini bernama asli Jembatan Fisabilillah. Ada pula sebagian dari warga yang menyebutnya sebagai jembatan Habibie untuk mengenang BJ Habibie selaku pemrakarsanya atau disebut juga jembatan satu.

 

E. Lokasi

Jembatan tersebut berlokasi sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Jembatan tersebut menghubungkan tiga pulau besar dan beberapa pulau kecil yang masih termasuk dalam Provinsi Kepulauan Riau. 

 
F. Arsitektur

Arsitektur Jembatan Balerang Jembatan Balerang dibuat tanpa melibatkan tenaga ahli dari luar negeri dan murni merupakan karya ratusan insinyur Indonesia di bawah komando Menteri Riset dan Teknologi saat itu, BJ Habibie.

Jembatan  Barelang memiliki  total panjang  2.264  terdiri dari enam jembatan yang masing-masing diberi nama raja-raja yang pernah berkuasa pada Zaman kerajaan Melayu Riau pada abad 15 hingga 18 masehi. Ke enam jembatan tersebut yaitu

1. Jembatan Tengku Fisabilillah

Jembatan Tengku Fisabilillah yang merupakan jembatan penghubung pulau Batam dengan pulau Tonton dengan panjang 642 meter., Jembatan Kabel Baja dengan dua tiang utama yang mencapai 118 meter dan 350 meter. Struktur dan model jembatan ini mirip dengan Golden Gate yang ada di San Fransisco Amerika Serikat. Sementara lima jembatan yang lainnya tidak semegah jembatan Tengku Fisabillah. Jembatan Tengku Fisabilillah memiliki dimensi  tinggi 642 meter, lebar 350 meter, dan tinggi 38 meter.

 
2.Jembatan Nara Singa (Tontoton Nipah Bridge )

Jembatan Narasinga atau Tronton Nipah Bridge mmenghubungkan Pulau Tonton dan Pulau Nipah. Bentuknya lurus dengan panjang 420 meter, lebar 160 meter, dan tinggi 15 meter.

 
3. Jembatan Ali Haji

Jembatan ketiga adalah jembatan Ali Haji yang menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok dengan panjang 270 meter.

 
4. Jembatan Sultan Zainul Abidin

Jembatan keempat bernama jembatan Sultan Zainal Abidin yang menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang. Bentuknya lurus dengan panjang 365 meter, lebar 145 meter, dan tinggi 16,5 meter.

 
5. Jembatan Tuanku Tambusai

Jembatan ke lima adalah Jembatan Tuanku Tambusai yang menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. Bentuknya lurus dengan panjang 385 meter, lebar 245 meter, dan tinggi 31 meter.

 
6. Jembatan Raja Kecil

Jembatan yang ke enam atau yang terakhir bernama Jembatan Raja Kecil, Jembatan ini menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru. Memliki dimensi panjang 180 meter, lebar 45  meter, dan tinggi 9,5 meter.

Jembatan ke enam sangat dikenal karena nilai sejarah dari Pulau yang dihubungkan jembatan tersebut. Di Pulau Galang ini pernah dijadikan tempat penampungan sedikitnya 250 ribu pengungsi dari Vietnam pada tahun 1975 hingga tahun 1996.

 
G. Penutup

Jembatan Barelang telah menjadi ikon Kota Batam, bahkan telah populer sebagai landmark-nya Pulau Batam. Para pengunjung yang datang ke Batam, pada umumnya mereka akan menyempatkan untuk singgah di jembatan Barelang dengan tujuan untuk menyaksikan sendiri kemegahan jembatan sambil menyaksikan “view” cantik di sekitarnya, serta tentunya tak lupa mengambil dokumentasi foto baik dengan latar jembatan atau “berselfi ria” diatas jembatan. Tentu demikian pula dengan penulis, teman-teman, serta siswa bimbingan harus pintar-pintar menggunakan waktu yang sangat singkat yang diberikan kepada kami di Barelang ini. Ya, cuma 10 menit waktu yang diberikan pada kami untuk mengambil dokumentasi foto di jembatan Barelang ini sebagai bukti kami pernah ke sini. Dan memang benar, jembatan ini megah dan pemandangan yang cantik dari “view” sekitarnya menambah pesonanya bagi mata yang melihat. Jadi, bila Anda ke Batam tanpa menyaksikan sendiri jembatan yang megah ini, maka tentu belum lengkap lah perjalanan Anda di Pulau ini.

Sebenarnya belum puas rasanya melihat dan mengambil dokumentasi foto di Barelang ini, tapi apa daya kami harus segera melaju ke Bandara Hang Nadim, kalau tidak bisa-bisa kami akan ketinggalan pesawat, dan tentunya akibatnya akan terlambat pula untuk tiba di “NAGARI TACINTO, RANAH MINANG”. Oleh karena itu, untuk sementara cukuplah puas dengan 10 menit di Barelang, dan semoga suatu saat bisa kembali lagi ke sini.

 
Referensi

Tersedia” Jembatan Barelang” https://id.m.wikipedia.org/ Diakses Minggu 17 Januari 2016 Jam 05.45

Tersedia”Mengenal Jembatan Barelang Si Ikon Batam” http://kisahasalusul.blogspot.com/2014/08/ Diakses Minggu 17 Januari 2016 Jam 05.35

Tersedia” Sejarah Jembatan Barelang Ikon Kota Batam” http://www.jak-tv.com/Diakses Minggu 17 Januari 2016

FacebookTwitterGoogle+Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tulisan Terkini
Buku Pegangan Siswa
Diktat Ekonomi SMA/MA

Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

Lihat Hasil Jajak Pendapat

Loading ... Loading ...

Laporan Karya Inovatif
Berita Lainnya
HEALTHY SPICES TEA,  EASY TO MAKE IT (TEH REMPAH SEHAT, MUDAH MEMBUAT)
HEALTHY SPICES TEA, EASY TO MAKE IT (TEH REMPAH SEHAT, MUDAH MEMBUAT)
HEALTHY SPICES TEA, EASY TO MAKE IT (TEH REMPAH SEHAT, MUDAH MEMBUAT)
SONIAN ARTIS DAN GURU
SONIAN ARTIS DAN GURU
SONIAN ARTIS DAN GURU SONIAN ARTIS DAN GURU Artis Film shootin
SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU
SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU
SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DAN KAMU SONIAN MALAM MINGGU, AKU, DA
SONIAN GURU DAN DANA GAJAH PLUS SONIAN GURU DAN DANA GAJAH PL
SONIAN OMBAK DAN AKU
SONIAN OMBAK DAN AKU
SONIAN OMBAK DAN AKU SONIAN OMBAK DAN AKU Debur ombak putih

Temukan Kami di Facebook

Pencarian

       

.

Galeri Foto
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
20150203_121026-1.jpg
20150203_121051-1.jpg
IMG_39759949695819.jpeg
20131120_110407-1.jpg
20131120_110424-1.jpg
20131219_140230.jpg
Cerita Bergambar
Kalender
Mei 2021
S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
Channel Youtube