Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 348495Total Pengunjung:
  • 56Hari ini:
  • 125Kemarin:
  • 1Online:
Panel Login

Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

TATKALA BIRU MENGAMPIRI

TATKALA BIRU MENGAMPIRITatkala Biru Menghampiri Bunga bermekaran semerbak mewangi Daun hijau rimbun lega melambai Angin
[Selengkapnya...]

ALUR ADMINISTRASI PERPAJAKAN DI INDONESIA

Pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Perpajakan sangat berkaitan dengan
[Selengkapnya...]

MENUJU RIVER CITY BANGKOK

MENUJU RIVER CITY BANGKOKSabtu pagi 16 Februari 2019, di kamar Livotel Bangkok aku dan
[Selengkapnya...]

MENUJU LIVOTEL BANGKOK

MENUJU LIVOTEL BANGKOKUsai seminar SEAMEO, Jumat 15 Februari 2019 aku dan rombongan Jelajah
[Selengkapnya...]

SEMINAR SEAMEO BANGKOK

SEMINAR SEAMEO BANGKOKJumat, 15 Februari 2019 tepat pukul 16.00 waktu setempat, para
[Selengkapnya...]

PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOK

PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOKJumat, 15 Februari menjelang pukul 15.00, para peserta Jelajah
[Selengkapnya...]

KESAN PERTAMA DMK-BANGKOK

KESAN PERTAMA DMK-BANGKOKPerjanalan menuju DMK-Bangkok hampir tiba. Biasanya saat pesawat hendak take of,
[Selengkapnya...]

KEBERANGKATAN MENUJU DMK, BANGKOK

KEBERANGKATAN MENUJU DMK, BANGKOKTibalah saatnya hari yang kutunggu, tepatnya hari
[Selengkapnya...]

MULTI PERSIAPAN KEBERANGKATAN KE BANGKOK

MULTI PERSIAPAN KEBERANGKATAN KE BANGKOKPersiapan keberangkatan yang pertama kalau berkunjung ke luar negeri tentunya paspor.
[Selengkapnya...]

PERSIAPAN MULTI-ILMU TENTANG BANGKOK: SELUK BELUK, TEMPAT ROMANTIS, DAN KISAH TRAGIS RATU SUNANDHA

PERSIAPAN MULTI-ILMU TENTANG BANGKOK:  SELUK BELUK, TEMPAT ROMANTIS, DAN KISAH TRAGIS RATU SUNANDHASetelah informasi tentang Thailand, aku beralih mencari informasi tentang kota Bangkok.
[Selengkapnya...]

MULTI PERSIAPAN KEBERANGKATAN KE BANGKOK

Persiapan keberangkatan yang pertama kalau berkunjung ke luar negeri tentunya paspor. Beruntung bagiku, menyangkut paspor tak mengalami kendala. Sejak mendapat Reward Studi Banding ke Malaysia-Singapura dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar sebagai Guru Berprestasi Tanah Datar tahun 2015 aku telah memiliki paspor. Sebab sebagaimana kita ketahui paspor itu sama dengan “nyawa” kita saat berada di luar negeri. Tanpa paspor kita tak dapat berkunjung ke negara lain, bahkan saat di negara lain tersebut bila paspor tersebut hilang kita tak dapat pulang ke negara kita. Kalaupun bisa, urusannya “ribet”. Hal tersebut telah pernah kami alami saat berkunjung ke Malaysia. Salah seorang siswa tasnya hilang, dan di dalam tas tersebut ada paspor. Akibat kejadian tersebut, terpaksa setengah hari habis untuk mencari barang yang hilang tersebut. Meskipun akhirnya tas tersebut bertemu, namun untuk mendapatkannya kami harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Semenjak kejadian itu,kami diwanti-wanti ketua rombongan agar tas tidak boleh lepas dari badan. Dan semenjak kejadian itu hingga sekarang bila bepergian aku selalu punya tas kecil yang bisa di ikatkan di sekeliling pinggang. Isinya bukan duit, tetapi dokumen penting. Seperti KTP,SIM, kartu ATM, Handphone (HP) dan dokumen penting lainnya. Hal ini justru sangat memudahkan saat mengambilnya saat diperlukan. Nah, begitu juga saat aku berkunjung ke luar negeri, maka paspor aku letakkan di tas pinggang ini.

Paspor dan Kamera Cadangan (Dokumentasi Pribadi)

Selain paspor, persiapan alat untuk dokumentasi foto. Seperti perjalanan lainnya kalau bepergian aku membawa dua buah HP. Satu HP yang memang sering digunakan, satu lagi untuk cadangan. Bila baterai nya low aku masih bisa menggunakan HP cadangan. Biasanya dalam perjalanan aku membawa power bank. Namun, semenjak power bank milik ku ditahan di Bandara International Minangkabau, aku tak pernah Aku patuh saja karena kata petugas kapasitasnya terlalu tinggi takut meledak di pesawat. Tanpa adanya power bank sudah tentu aku akan mengalami kesulitan dalam penggunaan HP. Harus hemat! Padahal dalam perjalanan banyak moment yang harus diabadikan. Oleh karena itu, selain HP cadangan, aku juga membawa kamera.
Mengenai kamera ada untungnya, karena saat di pesawat aku bisa dengan leluasa mengabadikan moment penting perjalanan mulai dari take of hingga landing. Sebenarnya dengan me-nonaktifkan mode pesawat, aku bisa saja aku menggunakan HP kamera, namun kalau menggunakan HP kamera, penumpang masih ada saja yang melirik terus ke arahku. Mungkin dalam hati mereka tentang aku “ kepala batu, dalam pesawat masih juga menggunakan HP”. Jadi, dari pada orang-orang berpikiran negative dan cemas, lebih baik hal tersebut aku hindarinya.

Hal selanjutnya yang aku persiapkan adalah pakaian yang praktis dan mudah dibawa, tidak memakan tempat yang banyak. Biasanya Pasangan pakaian yang aku bawa bisa juga bisa dimaching dengan pasangan pakaian yang lainnya. Sehingga apabila dalam kedaan mendesak, pakaian tersebut bisa digunakan kembali dengan pasangan yang berbeda. Semua barang bawaan yang akan aku bawa aku cari yang praktis dan kecil. Mukena yang bisa dilipat kecil, perlengkapan make up mini, dan perlengkapan mandi mini. Meski hotel menyediakan perlengkapan mandi, namun aku tetap menyediakan juga kalau berpergian, meski ukuran kecil. Pokoknya diusahakan semua barang bawaan muat di dalam rangsel.

Rencana ke Bangkok ini aku tidak membawa travel bag atau koper. Cukup rangsel saja, dan rangsel ini nanti dapat aku bawa ke kabin. Menyangkut bawa barang ke kabin pesawat ini penting juga menurutku. Berdasarkan cerita pengalaman temanku saat ke luar negeri, dan transit. Ternyata ia sudah sampai di tempat tujuan, ternyata barang bawaan belum juga sampai. Sehingga ia kewalahan atas kejadian tersebut. Nah, tentu saja aku tak ingin mengalami hal demikian. Apaalgi jadwal kasip, tak mungkin menunggu-nunggu barang bawaan yang masih berada entah di mana. Jadi, untuk berjaga-jaga lebih baik barang bawaan seperlunya saja, praktis, dan mudah dibawa.

Terakhir persiapan yang aku bawa, adalah bekal makanan. Seperti perjalanan yang pernah aku lakukan sebelumnya, aku membawa bekal sendiri dari rumah yang disiapkan sedemian rupa sehingga bekal tersebut dapat bertahan dalam perjalanan. Demikian juga saat akan “Jelajah Literasi Bangkok” ini. Apalagi kali ini negara yang akan dikunjungi adalah Thailand, tepatnya ke kota Bangkok yang mayoritas penduduknya beragama Budha. Sebagai umat Islam berdasarkan pengalaman bila berkunjung ke daerah atau negara non muslim, di mana terjadi perasaan was-was saat membeli makanan atau minum di tempat tersebut. Takut terbeli makanan yang diharamkan oleh Islam untuk memakannya. Selain itu aku juga punya penyakit “langsung mau muntah” bila mendengar makanan haram tersebut, sehingga hilanglah selera makan ku.

Demikian juga saat akan “Jelajah Lierasi Bangkok” ini, aku mempersiapkan bekal makanan praktis yang akan aku bawa. Selain praktis, bekal makan tersebut tidak cepat basi. Biasanya untuk bekal nasi, aku membawa nasi putih yang dibungkus kecil-kecil, yang sebelumnya daun pembungkus nasi dioleskan minyak, agar nasi tidak basi, dan nasi tersebut dapat bertahan beberapa hari. Sedangkan untuk Lauknya yang dibawa berupa rendang Padang, ikan siam goreng kering, dan ikan “bilih” goreng kering, serta sambal cabe goreng. Lauk ini dibungkus kecil-kecil dalam plastik untuk satu kali makan. Tujuan nasi dan lauk dibungkus kecil-kecil untuk satu kali makan, sehingga langsung habis dan tidak merusak bungkusan nasi dan lauk yang lainnya, baik rusak oleh tangan atau kena udara. Berkat trik di atas berdasarkan pengalaman selama ini, sampai pulang aku dapat menikmati makanan tersebut, terutama lauknya. Bila nasi habis, tinggal beli nasi putih saja. Amankan!

Selain persiapan keberangkatan, biasanya aku juga mempersiapkan segala hal bagi yang tinggal. Ada dua hal yang mesti aku persiapkan bila aku bepergian dalam waktu yang lama.

Pertama, persiapan tugas untuk siswa. Bukan saja pereintah apa tugasnya, tetapi aku mempersiapkan lembaran-lembaran tugas untuk masing-masing siswa. Sehingga saat aku pergi, masing-masing mereka mengisi lembar kerja yang telah aku persiapkan tersebut. Jadi, meski aku tak ada, siswa-siswi tetap belajar seperti biasanya, karena semua petunjuk dan materi ada pada lembar kerja yang aku tinggalkan. Lembaran-lembaran tugas untuk masing-masing siswa per kelas aku jepit, dan aku gantungkan di meja ku. Menyangkut tugas tersebut aku informasikan kepada wakil kepala sekolah dan guru piket, juga kepada siswa. Sehingga dengan mudah saat aku tak ada, salah seorang wakil siswa akan mengambil tugas tersebut, membagikan kepda teman-temannya, mengumpulkan, menjepit tugas, dan menggantungnya kembali di mejaku. Berdasarkan pengalaman selama ini, pada umumnya seluruh siswa mengerjakan tugas tersebut. Hal itu kemungkinan besar terjadi karena aku selalu berpesan, bahwa tugas ini penting dan lebih tinggi nilainya dari tugas-tugas lainnya.

Selanjutnya persiapan kedua untuk adikku yang tinggal. Adikku ini mengalami gangguan kejiwaan. Aku tinggal di rumah hanya berdua dengan adikku. Selama ini tugasku adalah merawat adikku, baik dalam hal makan, pakaian, dan obat yang harus diminumnya. Sehingga apabila aku berpergian aku harus mempersiapkan obatnya dan obat tersebut aku titipkan pada tetangga ku yang sudah aku anggap kakak ku sendiri. Demikian juga dengan bekal makanan yang akan dimakan selama aku pergi aku minta tolong pada kakakku tersebut untuk mempersiapkannya.. Pada umumnya orang takut berdekatan dengan adikku, karena saat-saat tertentu ia bisa kambuh, bicara sendiri, melempar-lempar, bahkan marah-marah atau mengamuk. Meski adikku mengalami gangguan kejiwaan, tetapi terhadap kakak ku ini, adikku patuh padanya. Bahkan juga terhadap anak-anak dari kakakku tersebut. Mungkin karena mereka dari dulu memang dekat dengan keluarga kami, sehingga adikku sudah terbiasa dengan mereka. Jadi, tak ada masalah tentang hal tersebut!.

Meski selalu repot untuk persiapan pergi dan persiapan untuk yang tinggal, namun Alhamdulilah dengan perencanaan dan persiapan yang matang untuk keberangkatan, serta persiapan bagi yang tinggal membuat aku dapat tenang dalam perjalanan. Tentunya hal yang lebih penting menyerahkan semuanya pada pertolongan dan perlindungan Allah SWT semata, selamat pergi dan pulang; keselamatan dan perlindungan bagi adikku yang tinggal sendiri di rumah. Kalau dipikir sedih meninggalkan ia sendiri, tapi bagaimana lagi setiap kepergian ku juga penting selain karena tugas juga dalam rangka menimba ilmu. Semoga Allah memberi ridha-Nya. Aamiin.

FacebookTwitterGoogle+Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkini
Buku Pegangan Siswa
Diktat Ekonomi SMA/MA

Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

Lihat Hasil Jajak Pendapat

Loading ... Loading ...

Laporan Karya Inovatif
Berita Lainnya
No thumbnail available
ALUR ADMINISTRASI PERPAJAKAN DI INDONESIA
Pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Perpajakan s
MENUJU RIVER CITY BANGKOK
MENUJU RIVER CITY BANGKOK
Sabtu pagi 16 Februari 2019, di kamar Livotel Bangkok aku dan teman se
MENUJU LIVOTEL BANGKOK
MENUJU LIVOTEL BANGKOK
Usai seminar SEAMEO, Jumat 15 Februari 2019 aku dan rombongan Jelajah
SEMINAR SEAMEO BANGKOK
SEMINAR SEAMEO BANGKOK
Jumat, 15 Februari 2019 tepat pukul 16.00 waktu setempat, para pesert
PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOK
PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOK
Jumat, 15 Februari menjelang pukul 15.00, para peserta Jelajah Liter

Temukan Kami di Facebook


       

.

Galeri Foto
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
20150203_121026-1.jpg
20150203_121051-1.jpg
IMG_39759949695819.jpeg
20131120_110407-1.jpg
20131120_110424-1.jpg
20131219_140230.jpg
Cerita Bergambar
Kalender
Maret 2020
S M T W T F S
23 24 25 26 27 28 29
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
Buku Tamu