Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 355147Total Pengunjung:
  • 17Hari ini:
  • 69Kemarin:
  • 0Online:
Panel Login

Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

SINOPSIS BUKU SAYAP EMAS

SINOPSIS BUKU SAYAP EMASSINOPSIS BUKU SAYAP EMAS Judul : Sayap Emas Penulis : Ir.
[Selengkapnya...]

SINOPSIS BUKU QUEEN OF THAI

SINOPSIS BUKU QUEEN OF THAISINOPSIS BUKU QUEEN OF THAI Judul : Queen of Thai Penulis : Ir.
[Selengkapnya...]

TATKALA BIRU MENGAMPIRI

TATKALA BIRU MENGAMPIRITatkala Biru Menghampiri Bunga bermekaran semerbak mewangi Daun hijau rimbun lega melambai Angin
[Selengkapnya...]

ALUR ADMINISTRASI PERPAJAKAN DI INDONESIA

Pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Perpajakan sangat berkaitan dengan
[Selengkapnya...]

MENUJU RIVER CITY BANGKOK

MENUJU RIVER CITY BANGKOKSabtu pagi 16 Februari 2019, di kamar Livotel Bangkok aku dan
[Selengkapnya...]

MENUJU LIVOTEL BANGKOK

MENUJU LIVOTEL BANGKOKUsai seminar SEAMEO, Jumat 15 Februari 2019 aku dan rombongan Jelajah
[Selengkapnya...]

SEMINAR SEAMEO BANGKOK

SEMINAR SEAMEO BANGKOKJumat, 15 Februari 2019 tepat pukul 16.00 waktu setempat, para
[Selengkapnya...]

PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOK

PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOKJumat, 15 Februari menjelang pukul 15.00, para peserta Jelajah
[Selengkapnya...]

KESAN PERTAMA DMK-BANGKOK

KESAN PERTAMA DMK-BANGKOKPerjanalan menuju DMK-Bangkok hampir tiba. Biasanya saat pesawat hendak take of,
[Selengkapnya...]

KEBERANGKATAN MENUJU DMK, BANGKOK

KEBERANGKATAN MENUJU DMK, BANGKOKTibalah saatnya hari yang kutunggu, tepatnya hari
[Selengkapnya...]

MULTI PERSIAPAN KEBERANGKATAN KE BANGKOK

Perihal pertama paspor, dan aku tidak mengahadapi kendala. Sejak mendapat Reward Studi Banding ke Malaysia-Singapura dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar sebagai Guru Berprestasi Tanah Datar tahun 2015 aku telah memiliki paspor. Sebab sebagaimana kita ketahui paspor itu sama dengan “nyawa” kita saat berada di luar negeri. Tanpa paspor kita tak dapat berkunjung ke negara lain, bahkan saat di negara lain tersebut bila paspor tersebut hilang kita tak dapat pulang ke negara kita. Kalaupun bisa, urusannya “ribet”.
Menyangkut paspor ini benar-benar harus menjadi perhatian bagi yang akan berkunjung ke luar negeri. Sebab berdasarkan pengalaman saat hendak berangkat ke Brunei 2018 ada peserta tidak jadi bisa berangkat, karena masa berlaku paspornya kurang dari 6 bulan. Tiap negara sebenarnya memiliki aturan yang berbeda. Ada yang masa berlakunya harus lebih dari 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, bahkan ada juga yang tetap memberikan izin tinggal asalkan selama berkunjung paspor masih berlaku. Semuanya tergantung kebijakan negara yang kita tuju. Meski begitu, sepertinya masa berlaku 6 bulan ini menjadi semacam aturan tak tertulis yang diberlakukan oleh negara tujuan. Hal ini yang dialami oleh salah seorang temanku, sehingga gagal lah ia berangkat ke Brunei tersebut. Hal ini tentunya menjadi pengalaman yang sangat berharga, bukan bagi diriku pribadi tetapi juga bagi teman yang lainnya. Jangan karena paspor kita tak jadi berangkat. Jujur saja saat itu aku juga baru tahu kalau masa berlaku paspor minimal 6 bulan. Sejak saat itu aku benar-benar memperhatikan masa berlaku paspor tersebut.

Selain paspor, persiapan kedua adalah alat untuk dokumentasi foto. Alat dokumentasi berupa dua buah HP dan kamera. Alat dokumentasi lainnya berupa alat perekam seperti kepunyaan wartawan. Alat ini aku beli tahun 2016 dari uang hasil Pelatihan Penulisan Sejarah. Alhamdulillah alat perekam ini sangat banyak manfaatnya bagiku untuk mengabadikan percakapan, terutama percakapan dari narasumber atau orang yang aku wawancarai. Selain itu tentunya tak lupa membawa alat tulis, karena buat catatan pada notes juga tak kalah penting. Apalagi saat kamera dan alat perekan tidak berfungsi, karena baterai habis.

Hal selanjutnya yang aku persiapkan adalah pakaian yang praktis dan mudah dibawa, tidak memakan tempat yang banyak. Biasanya Pasangan pakaian yang aku bawa bisa juga bisa dimaching dengan pasangan pakaian yang lainnya. Sehingga apabila dalam kedaan mendesak, pakaian tersebut bisa digunakan kembali dengan pasangan yang berbeda. Semua barang bawaan yang akan aku bawa aku cari yang praktis dan kecil. Mukena yang bisa dilipat kecil, perlengkapan make up mini, dan perlengkapan mandi mini. Meski hotel menyediakan perlengkapan mandi, namun aku tetap menyediakan juga kalau berpergian, meski ukuran kecil. Pokoknya diusahakan semua barang bawaan muat di dalam rangsel.

Rencana ke Bangkok ini aku tidak membawa travel bag atau koper. Cukup rangsel saja, dan rangsel ini nanti dapat aku bawa ke kabin. Menyangkut bawa barang ke kabin pesawat ini penting juga menurutku. Berdasarkan cerita pengalaman temanku saat ke luar negeri, dan transit. Ternyata ia sudah sampai di tempat tujuan, ternyata barang bawaan belum juga sampai. Sehingga ia kewalahan atas kejadian tersebut. Nah, tentu saja aku tak ingin mengalami hal demikian. Apaalgi jadwal kasip, tak mungkin menunggu-nunggu barang bawaan yang masih berada entah di mana. Jadi, untuk berjaga-jaga lebih baik barang bawaan seperlunya saja, praktis, dan mudah dibawa.

Terakhir persiapan yang aku bawa, adalah bekal makanan. Seperti perjalanan yang pernah aku lakukan sebelumnya, aku membawa bekal sendiri dari rumah yang disiapkan sedemian rupa sehingga bekal tersebut dapat bertahan dalam perjalanan. Demikian juga saat akan “Jelajah Literasi Bangkok” ini. Apalagi kali ini negara yang akan dikunjungi adalah Thailand, tepatnya ke kota Bangkok yang mayoritas penduduknya beragama Budha. Sebagai umat Islam berdasarkan pengalaman bila berkunjung ke daerah atau negara non muslim, di mana terjadi perasaan was-was saat membeli makanan atau minum di tempat tersebut. Takut terbeli makanan yang diharamkan oleh Islam untuk memakannya. Selain itu aku juga punya penyakit “langsung mau muntah” bila mendengar makanan haram tersebut, sehingga hilanglah selera makan ku.

Demikian juga saat akan “Jelajah Lierasi Bangkok” ini, aku mempersiapkan bekal makanan praktis yang akan aku bawa. Selain praktis, bekal makan tersebut tidak cepat basi. Biasanya untuk bekal nasi, aku membawa nasi putih yang dibungkus kecil-kecil, yang sebelumnya daun pembungkus nasi dioleskan minyak, agar nasi tidak basi, dan nasi tersebut dapat bertahan beberapa hari. Sedangkan untuk Lauknya yang dibawa berupa rendang Padang, ikan siam goreng kering, dan ikan “bilih” goreng kering, serta sambal cabe goreng. Lauk ini dibungkus kecil-kecil dalam plastik untuk satu kali makan. Tujuan nasi dan lauk dibungkus kecil-kecil untuk satu kali makan, sehingga langsung habis dan tidak merusak bungkusan nasi dan lauk yang lainnya, baik rusak oleh tangan atau kena udara. Berkat trik di atas berdasarkan pengalaman selama ini, sampai pulang aku dapat menikmati makanan tersebut, terutama lauknya. Bila nasi habis, tinggal beli nasi putih saja. Amankan!

Selain persiapan keberangkatan,seperti biasanya aku harus mempersiapkan lembar-lembar tugas untuk siswa sehingga meski aku tidak hadir di dalam kelas, namun mereka tetap melakukan Proses Belajar Mengajar. Berdasarkan pengalaman selama ini, pada umumnya seluruh siswa mengerjakan tugas tersebut. Hal itu kemungkinan besar terjadi karena aku selalu berpesan, bahwa tugas ini penting dan lebih tinggi nilainya dari tugas-tugas lainnya. Selain itu tugas yang diberikan lengkap dengan bahan ajar, lembar tugas, serta jelas apa yang harus mereka kerjakan.

Selanjutnya persiapan lainnya untuk adikku yang sedang mengalami gangguan kejiwaan. Seperti baiasa aku kemasi obat-obatan yang diperlukan selama aku pergi. Aku titipkan kepada tetangga yang sudah aku anggap kakakku sendiri. Aku tinggalkan uang untuk kebutuahn makan selama aku pergi, sedangkan uang jajan selama aku pergi langsung aku berikan kepada adikku. Biasanya uang jajan ini aku berikan saat aku mau pergit dan berpamitan pada adikku ini dan aku jelaskan aku pergi sekian hari, dan ini uang jajan untuk sekian hari. Alhamdulillah meski ia sakit, tetapi ia mengerti maksud pembicaraanku. Beruntung pula adikku ini juga patuh pada tetangga yang akan mengurusnya saat aku tak ada.

Demikian persiapan yang aku lakukan saat akan melakukan perjalanan ke Bangkok, Thailand.

FacebookTwitterGoogle+Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkini
Buku Pegangan Siswa
Diktat Ekonomi SMA/MA

Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

Lihat Hasil Jajak Pendapat

Loading ... Loading ...

Laporan Karya Inovatif
Berita Lainnya
SINOPSIS BUKU SAYAP EMAS
SINOPSIS BUKU SAYAP EMAS
SINOPSIS BUKU SAYAP EMAS Judul : Sayap Emas Penulis : Ir. Fi
SINOPSIS BUKU QUEEN OF THAI
SINOPSIS BUKU QUEEN OF THAI
SINOPSIS BUKU QUEEN OF THAI Judul : Queen of Thai Penulis :
No thumbnail available
ALUR ADMINISTRASI PERPAJAKAN DI INDONESIA
Pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Perpajakan s
MENUJU RIVER CITY BANGKOK
MENUJU RIVER CITY BANGKOK
Sabtu pagi 16 Februari 2019, di kamar Livotel Bangkok aku dan teman se
MENUJU LIVOTEL BANGKOK
MENUJU LIVOTEL BANGKOK
Usai seminar SEAMEO, Jumat 15 Februari 2019 aku dan rombongan Jelajah

Temukan Kami di Facebook


       

.

Galeri Foto
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
20150203_121026-1.jpg
20150203_121051-1.jpg
IMG_39759949695819.jpeg
20131120_110407-1.jpg
20131120_110424-1.jpg
20131219_140230.jpg
Cerita Bergambar
Kalender
Juni 2020
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4
Buku Tamu