Daftar Tulisan
Arsip Tulisan
Statistik Kunjungan
  • 340782Total Pengunjung:
  • 1Hari ini:
  • 124Kemarin:
  • 0Online:
Panel Login

Selamat Datang di www.FitrianyGustariny.com || Website Pribadi Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP, M.Pd.E (Guru SMA Negeri 2 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)

MENUJU RIVER CITY BANGKOK

MENUJU RIVER CITY BANGKOKSabtu pagi 16 Februari 2019, di kamar Livotel Bangkok aku dan
[Selengkapnya...]

MENUJU LIVOTEL BANGKOK

MENUJU LIVOTEL BANGKOKUsai seminar SEAMEO, Jumat 15 Februari 2019 aku dan rombongan Jelajah
[Selengkapnya...]

SEMINAR SEAMEO BANGKOK

SEMINAR SEAMEO BANGKOKJumat, 15 Februari 2019 tepat pukul 16.00 waktu setempat, para
[Selengkapnya...]

PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOK

PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOKJumat, 15 Februari menjelang pukul 15.00, para peserta Jelajah
[Selengkapnya...]

KESAN PERTAMA DMK-BANGKOK

KESAN PERTAMA DMK-BANGKOKPerjanalan menuju DMK-Bangkok hampir tiba. Biasanya saat pesawat hendak take of,
[Selengkapnya...]

KEBERANGKATAN MENUJU DMK, BANGKOK

KEBERANGKATAN MENUJU DMK, BANGKOKTibalah saatnya hari yang kutunggu, tepatnya hari
[Selengkapnya...]

MULTI PERSIAPAN KEBERANGKATAN KE BANGKOK

MULTI PERSIAPAN KEBERANGKATAN KE BANGKOKPersiapan keberangkatan yang pertama kalau berkunjung ke luar negeri tentunya paspor.
[Selengkapnya...]

PERSIAPAN MULTI-ILMU TENTANG BANGKOK: SELUK BELUK, TEMPAT ROMANTIS, DAN KISAH TRAGIS RATU SUNANDHA

PERSIAPAN MULTI-ILMU TENTANG BANGKOK:  SELUK BELUK, TEMPAT ROMANTIS, DAN KISAH TRAGIS RATU SUNANDHASetelah informasi tentang Thailand, aku beralih mencari informasi tentang kota Bangkok.
[Selengkapnya...]

PERSIAPAN MULTI-ILMU TENTANG THAILAND: SELUK BELUK, KISAH CINTA RATU SIRIKIT, DAN PEREKONOMIAN

PERSIAPAN MULTI-ILMU TENTANG THAILAND: SELUK BELUK, KISAH CINTA RATU SIRIKIT, DAN PEREKONOMIANSemenjak terteranya namaku di antara 95 peserta Jelajah Literasi Bangkok Thailand,
[Selengkapnya...]

ITINARY JELAJAH LITERASI BANGKOK 2019

ITINARY JELAJAH LITERASI BANGKOK 2019In order to awaken the literacy climate in Indonesia, Media Guru
[Selengkapnya...]

KEBERANGKATAN MENUJU DMK, BANGKOK

Tibalah saatnya hari yang kutunggu, tepatnya hari Kamis, tanggal 14 Februari 2019. Hari ini awal perjalanan menuju Bangkok dimulai.

Dokumentasi saat berada di atas pesawat menuju DMK Bangkok, Jumat, 15/2/2019 (Foto pribadi)

Kamis pagi aku tetap sekolah seperti biasa. Sama halnya dengan perjalanan sebelumnya, aku selalu memesan tiket keberangkatan malam hari. Demikian pula halnya dengan perjalanan ke Bangkok kali ini, aku pesan tiket penerbangan malam. Sehingga pagi hari aku masih sempat melaksanakan tugasku di sekolah, mengajar dan mendidik siswa-siswi ku tercinta. Selain itu juga aku ke sekolah mengantarkan lembar-lembar tugas untuk siswa-siswi ku selama aku tidak masuk mengajar.

Biasanya pesawat penerbangan yang aku pesan adalah pesawat malam. Namun sehari sebelum keberangkatan (Rabu siang, 13 Februari 2019) aku mendapat SMS bahwa penerbangan dimajukan 3 jam. Sehingga aku harus memberikan khabar perubahan jadwal keberangkatan yang dimajukan ini melalui watshaap kepada teman seperjalanan yang bedomisili di Padang. Sebab memang aku yang memesankan tiket untuknya agar bisa berangkat bersama dengan temanku ini. Sehingga temanku ini bisa bersiap-siap untuk harus lebih awal berangkat dari rumah. Adanya perubahan jadwal yang dimajukan ini, tentu saja merubah skedul manajemen keberangkatanku. Terpaksa hari Rabu semua hal yang akan aku bawa sudah siapkan dalam rangsel, dan semua hal yang diperlukan untuk adikku di rumah harus juga aku persiapkan. Namun, kamis pagi aku masih ragu membawa rangsel langsung ke sekolah, takut masih ada yang ketinggalan. Akhirnya, aku putuskan Kamis pagi aku ke sekolah dulu untuk mengajar, dan mengatarkan tugas-tugas. Setelah mengajar, pamit pada teman sekolah, aku pulang kembali ke rumahku dengan motor. Jarak rumah ke sekolah tempat mengajar kurang lebih 11 km. Tentu saja seperti biasa aku ngebut. Setiba di rumah aku cek nasi masih ada untuk hari ini buat adikku, dan lauk ikan kering goreng cukup untuk beberapa hari. Kalaupun habis aku sudah pesan sama tetangga yang sudah kuanggap kakakku untuk menyiapkan keperluan makan adikku. Demikian juga obatnya tadi malam sudah aku titip pada kakak ku ini. Setelah semua aku rasa oke, aku pamit pada adikku ini dan tak lupa meninggalkan uang belanja dengan jumlah sesuai kebutuhannya selama aku pergi. Lagi pula kalau kurang uang juga sudah aku tinggalkan pada kakak ku tadi.

Aku berangkat ke Bandara Intersional Minangkabau (BIM) naik motor diantarkan oleh adikku Firdaus Agus (adikku yang nomor 3). Oh, ya adikku yang mengalami gangguan kejiwaan itu adalah adikku yang nomor 2, namanya Fredy Agus. Jarak Kampungku Balimbing-BIM Padang Pariaman cukup jauh, memakan waktu tempuh kura-kira 2,5 jam perjalanan. Mengapa aku memilih motor, karena di jalan takut macet. Kalau menggunakan motor bisa nyelip, perjalanan tak terkendala, sehingga bisa cepat sampai di BIM.

Setiba di BIM aku telpon temanku, dan ternyata ia masih di rumah. Wajarlah, biasanya setiap kegiatan setiap orang, bila rumah dekat dengan lokasi tujuan, justru belakangan “nyampe”. Rumah temanku ini memang di Padang dan tak jauh dari BIM ini. Setelah sholat, aku menunggu temanku ini di bangku-bangku yang tersedia di koridor BIM. Tak tahunya telah lama aku menunggu, eh dia nya malah sudah masuk duluan ke dalam, tempat chek in. Keterkaluan. Aku mengikutinya ke dalam untuk bersiap chek in juga.

Setelah chek in, kemudian langsung ke ruang tunggu. Eh, susah payah buru-buru dari kampung, ternyata pesawatnya di‐delay 3 jam lagi dengan kompensasi diberi nasi kotak yang berisi nasi dengan porsi sedang, ayam balado, dan air mineral kemasan tanpa sayur. Kemasan nasi kotaknya keren, tapi kalau soal rasa aku kurang berselera. Aku simpan saja nasi kotak itu dengan membuang kotaknya, dan menyimpan isi kotak bersama bekal makanan yang telah aku bawa dari kampung. Pertku lapar, aku makan bekal yang aku bawa dari kampung. Saat aku makan, aku masih sempat jadi target “paparazzi”, alias kamera usil temanku.

Akhirnya lega juga hati ku, meski beberapa kali delay, pukul 17.35 WIB dengan gagahnya pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Jakarta. Namun ini bukan akhir, justru pertualangan seru ke negeri Gajah Putih baru akan dimulai. Keberangkatan ke Bangkok Thailand esok harinya.

Oh, ya tadi aku belum menceritakan siapa nama teman seperjalanan ku dari ranah Minang. Temanku ini adalah orang hebat. Dia aku kenal sejak Mei 2018, tepatnya saat aku mengikuti Seleksi Guru SMA Berprestasi dan Berdedikasi tahun 2018 tingkat Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatra Barat di Bukttinggi. Kebetulan waktu itu beliau adalah salah seorang jurinya. Masih ku ingat saat mengisi formulir ia bertanya, “mana yang namanya Fitriany Gustariny?”. Aku langsung mengasungkan tanganku. Saat aku melihat wajahnya, aku merasa sudah tak asing lagi dengan wajahnya. Rupanya beliau adalah temah FB ku. Maklum saat ini sangat kenal di dunia maya, tapi tak kenal di dunia nyata.

Selanjutnya, karena di tingkat kabupaten aku menang, dan betemu lagi dengan beliau saat Seleksi Guru SMA Berprestasi dan Berdedikasi tahun 2018 Provinsi Sumatra Barat di Padang, karena lagi-lagi beliau juga jurinya. Lebih lanjut lagi rupanya beliau juga mengikuti kegiatan Wisata dan Bengkel Puisi Tingkat ASEAN di Brunei Darussalam 2018, dan kebetulan aku juga mendapat kesempatan bisa ikut ajang bergengsi tersebut. Nah, ingin tahu siapa temanku tersebut? Tak Lain tak bukan Dr. Mulyadhie, M.Pd. Pengawas berprestasi Tingkat Nasional dari Provinsi Sumatera Barat. Sungguh beruntung aku bisa berkenalan orang hebat seperti beliau.

Berkat hubungan baik antara aku, pengawas keren (sebutanku buat Mulyadhie), dan 2 teman kami yang berdomisili di Bogor (Fitri Analis,M,Si, M.Pd, panggilan Pipit) dan Lampung (Dr. Laila Maharani, panggilannya Laila) sepakat membuat kaos Jelajah Literasi Thailand. Kaos tersebut akan kami pakai saat di Bangkok nanti. Selanjutnya, aku dan teman-temanku ini lebih terkenal dengan nama “EMPAT SEKAWAN”.
Sebenarnya masih ada beberapa peserta dari Sumatera Barat yang mengikuti Jelajah Literasi Bangkok ini. Hal ini aku ketahui dari nama-nama para peserta yang tercantum dalam undangan. Namun, sebelumnya karena kurang komunikasi sehingga kami tidak begitu dekat.

Setiba di bandara Soetta, temanku merasa lapar. Beliau minta ditemani makan soto di sebuah kedai yang ada di bandara Soetta. Temanku makan soto dicampur dengan bekal nasi putih dan lauk yang aku bawa dari kampung. Sedangkan aku tidak, perutku masih kenyang, karena tadi sudah makan di BIM Padang. Aku dipaksa untuk makan soto tersebut, aku tak mau. Akhirnya aku dipesankannya minuman juice alpukat. Lumayanlah rasanya, enak! Tapi tentu saja harganya mahal, namanya di bandara tak ada yang murah.

Setelah makan soto dan juice alpukat, aku dan temanku si “pengawas keren” mencari bangku tempat duduk yang nyaman. Sambil menunggu teman kami Dr. Laila Maharani dari Lampung, aku dan si “pengawas keren” sibuk dengan HP masing-masing.
Akhirnya usai shalat Magrib, tiba jualah di tempat kami duduk, salah seorang teman yang memang sudah kami tunggu-tunggu kedatangannya. Beliau adalah seorang DosennUniversitas Islam Negeri Bandar Lampung, namanya Dr. Laila Maharani, M.Pd. Wanita yang memiiki suara yang lembut ini selain dosen juga seorang penulis dan nara sumber yang ngetop. Buku puisinya yang berjudul Aksara Laila Mencari Engkau dibacakan dalam sebuah pertunjukan puisi di Brunei Darussalam. Selanjutnya, menurut informasi dari si “pengawas keren”, bahwa wanita yang cerdas dan luar biasa ini adalah istri seorang pejabat teras di kampus UIN yang telah melanglang buana.
Malam ini kami bertiga, aku, si “pengawas keren”, Dr.Laila melakukan JJM (Jalan-Jalan Malam) dan MMM (Menikmati Makam Malam) yang ditaktir oleh Dr. laila di Bandara Soetta Jakarta.

Setelah puas JJM dan MMM, kami kembali ke bangku tempat duduk semula, dan bersitirahat. Kadang-kadang mata dipejamkan, tapi tidak tidur, istilah minang “lalok-lalok ayam”. Takut ketiduran.

Selanjutnya meski dini hari, kami masih menunggu teman satunya lagi dari Bogor. Akhirnya sekitar pukul 03.15 WIB datang juga teman kami ini. Namanya Fitri Analis, S.Pd., M.Pd, dipanggil Pipit. Beliau asli Ranah Minang. Selanjutnya aku memangilnya Pipit. Berdasarkan informasi dari si “pengawas keren” bahwa Pipit kuliah di IKIP Padang, Ia angkatan 1988. Pipit sosok yang aktif dan kreatif di Kampus Selatan. Nasib keberuntungan membawa berkiprah di Daerah Khusus Ibukota. Selain mengajar di SMP‐SMA Pipit juga DLB di beberapa universitas swasta di Jabodetabek. Pipit juga seorang penggiat sastra yang telah malang melintang di dunia persastraan dan telah menerbitkan beberapa buku.

Bersamaan dengan datangnya Pipit, maka lengkaplah kami EMPAT SEKAWAN. Sambil menunggu subuh kami beristirahat. Saat subuh datang, masing-masing cuci muka, gosok gigi, make up, ganti baju, kemudian melakukan salat subuh di musala sekitar bandara. Hal ini dengan sigap kami lakukan, karena pesawat yang akan kami tumpangi berangkat pagi. Kami masih sempat makan pagi, dengan nasi kotak yang telah dipersiapkan oleh Pipit dari rumah. Wow, sedap ada rendang. Benar-benar sarapan pagi yang nikmat.

Selanjutnya setelah chek-in, kami menuju ruang tunggu. Sesuai yang tertera di dalam tiket menuju DMK-Bangkok tertera waktu keberangkatan pukul 06.25. Akhirnya, Jumat, 15 Februari 2019 tepat pukul 06.35 WIB pesawat yang kami tumpangi dengan anggunnya membawa peserta Jelajah Literasi menuju Don Mueang Bangkok Thailand.

Seperti biasa sebelum naik pesawat aku berfoto di samping pesawat yang akan membawa ku ke Thailand, demikian juga saat di atas pesawat aku juga berfoto. Biasa untuk kenang-kenangan. Juga, selama di atas pesawat, seperti biasa aku mengeluarkan kamera (bukan kamera HP, karena HP telah aku non aktifkan) yang memang telah aku persiapkan. Aku memotret tayangan peta penerbangan yang ada di layar TV, aku juga memotret gambar-gambar lokasi wisata dan informasi penting yang aku temui dalam majalah yang disediakan di pesawat. Mana tahu ada tempat wisata yang bagus untuk dikunjungi.

Peta Rute Penerbangan Kota Bangkok-Negara Lain, Jumat, 15/12/2019 (Dokumentasi Foto Pribadi)

Kegiatan membaca dan memotret aku hentikan, karena pramugari menyerahkan Departure Card untuk di isi. Aku langsung mengisi data Departure Card. Lebih baik segera aku isi, karena berdasarkan pengalaman sewaktu ke Brunei aku malas mengisinya di pesawat. Tadinya aku kira hal ini tidak diperlukan, rupanya saat di bagian imigrasi Brunei Departure Card tersebut diminta petugas. Terpaksa kami kalang kabut mengisinya. Memang benar kata pepatah bahwa Pengalaman adalah guru yang baik.

Departure Card, Jumat 15/2/2019 (Dokumentasi Pribadi)

Setelah Departure Card lengkap terisi, aku kembali membaca majalah. Namun, lama kelamaan aku bosan dan pusing membaca terus. Apalagi beberapa kali pesawat mengalami keguncangan karena menabrak awan. Saat itu memang cuaca kurang bersahabat. Akhirnya aku berdiam diri sambil membaca istigfar, ayat pendek, ayat kursi, dan dzikir terus menerus sampai pesawat yang kutumpangi tiba di DMK-Bangkok.

Perjalanan dari Indonesia ke Bangkok memakan waktu selama 3,5 jam. Akhirnya, Jumat, 15 Februari 2019 tepat pukul 10.10 WIB pesawat yang kami tumpangi tiba di Bandara DMK Bangkok.

Alhamdulillah. Tak disangka dan tak dinyana, orang kampung seperti aku ini sampai juga di Negara yang dulu bernama Burma dengan ibu kota Bangkok. Negara Burma dan Kota Bangkok yang dulu sewaktu Sekolah Dasar (SD) hanya ada dalam hafalan kepala ku, sekarang ada di depan mataku. Serasa mimpi, tapi ini benar-benar nyata. Ha Ini tentu bukanlah akhir petualangan dalam mewujudkan mimpi-mimpi ku dikala kecil, yaitu mimpi bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan penting di penjuru dunia.

Perjalananku ini semoga dapat member manfaat, terutama untuk diriku sendiri, dalam rangka menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Dan pengetahuan ini dapat aku tularkan pada teman-teman dan anak didiku tercinta di tempatku bertugas, SMAN 2 Rambatan Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat. Tentunya, insha Allah di depan masih banyak kisah yang akan aku lalui, salah satunya kisah perjalanan di Negara Seribu Kuil, Thailand ini. Tunggu kisahnya ya!

FacebookTwitterGoogle+Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkini
Buku Pegangan Siswa
Diktat Ekonomi SMA/MA

Bagaimana menurut pendapat Anda tentang website Fitriany Gustariny ini?

Lihat Hasil Jajak Pendapat

Loading ... Loading ...

Laporan Karya Inovatif
Berita Lainnya
MENUJU RIVER CITY BANGKOK
MENUJU RIVER CITY BANGKOK
Sabtu pagi 16 Februari 2019, di kamar Livotel Bangkok aku dan teman se
MENUJU LIVOTEL BANGKOK
MENUJU LIVOTEL BANGKOK
Usai seminar SEAMEO, Jumat 15 Februari 2019 aku dan rombongan Jelajah
SEMINAR SEAMEO BANGKOK
SEMINAR SEAMEO BANGKOK
Jumat, 15 Februari 2019 tepat pukul 16.00 waktu setempat, para pesert
PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOK
PERJALANAN MENUJU SEAMEO BANGKOK
Jumat, 15 Februari menjelang pukul 15.00, para peserta Jelajah Liter
KESAN PERTAMA DMK-BANGKOK
KESAN PERTAMA DMK-BANGKOK
Perjanalan menuju DMK-Bangkok hampir tiba. Biasanya saat pesawat henda

Temukan Kami di Facebook


       

.

Galeri Foto
Klik Slideshow di bawah untuk
melihat Galeri Foto secara lengkap
20150203_121026-1.jpg
20150203_121051-1.jpg
IMG_39759949695819.jpeg
20131120_110407-1.jpg
20131120_110424-1.jpg
20131219_140230.jpg
Cerita Bergambar
Kalender
Januari 2020
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1
Buku Tamu